Menurut Barron's, tekanan inflasi AS makin menguat menjelang laporan indeks harga konsumen (CPI) 10 Juni dan pertemuan kebijakan Federal Reserve pada 16-17 Juni. Ekonom yang disurvei FactSet memperkirakan inflasi CPI Mei secara year-over-year mencapai 4,3%, naik dari 3,8% pada April.
Pemicu inflasi mencakup lonjakan harga energi akibat gangguan pasokan minyak terkait Iran, tarif yang lebih tinggi menambah lebih dari 0,5 poin persentase terhadap inflasi menurut Oxford Economics, kenaikan biaya bahan baku di sektor baja, aluminium, dan tembaga, serta meningkatnya permintaan chip dari investasi infrastruktur kecerdasan buatan. Biaya input di sektor manufaktur dan jasa terus naik pada Mei, dengan 16 dari 18 industri manufaktur yang disurvei melaporkan biaya pembelian yang lebih tinggi. Pejabat Federal Reserve termasuk Presiden Dallas Fed Lorie Logan dan Presiden Kansas City Fed Jeff Schmid telah memperingatkan bank sentral mungkin perlu menaikkan suku bunga lagi jika inflasi berlanjut, dengan Schmid menyebut inflasi sebagai “Economic Thief.” Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan kisaran suku bunga saat ini sebesar 3,5%-3,75% pada pertemuan Juni.