Belakangan ini saat saya mempelajari analisis teknikal, saya terpikir tentang satu pola grafik yang cukup dasar tetapi sering diabaikan—bentuk wedge. Sebenarnya banyak orang sudah pernah mendengar, tetapi tidak banyak yang benar-benar memahami bentuk wedge itu seperti apa, dan bagaimana menggunakannya.



Sederhananya, wedge adalah bentuk khusus yang terbentuk oleh harga dalam suatu periode waktu tertentu, dengan dua garis tren yang miring ke arah yang sama tetapi dengan kemiringan yang berbeda, akhirnya menyempit. Pola ini terbagi menjadi dua: wedge naik dan wedge turun.

Pertama, mari bahas wedge naik. Harga terus menciptakan titik tertinggi dan terendah baru, tetapi setiap titik tertinggi dan terendah lebih tinggi dari sebelumnya, kedua garis tren miring ke atas, hanya saja garis tren atas lebih datar daripada garis tren bawah. Tampak seperti segitiga yang semakin menyempit. Pola ini biasanya dianggap sebagai sinyal bearish, terutama muncul dalam tren naik. Ketika harga akhirnya menembus garis support di bawah, disertai volume yang meningkat, itu adalah sinyal untuk melakukan short. Banyak orang memanfaatkan peluang ini untuk masuk posisi short.

Sebaliknya, wedge turun. Harga menciptakan titik terendah dan tertinggi baru, tetapi setiap kali lebih rendah dari sebelumnya, kedua garis tren miring ke bawah, garis tren bawah lebih curam daripada garis tren atas. Bentuk wedge ini seperti apa? Juga segitiga yang menyempit secara bertahap, hanya saja arahnya berlawanan. Wedge turun biasanya dianggap sebagai sinyal bullish, terutama dalam tren turun. Ketika harga menembus garis resistance di atas, disertai volume yang membesar, itu adalah peluang untuk masuk posisi long.

Menurut saya, tiga poin terpenting adalah: pertama, volume. Selama proses pembentukan wedge, volume akan berangsur menurun, tetapi saat menembus harus disertai volume yang besar, agar sinyal dapat dikonfirmasi keabsahannya. Kedua, rentang waktu. Semakin lama pola terbentuk, biasanya pergerakan setelah tembus akan lebih jelas. Wedge jangka pendek cocok untuk trading jangka pendek, wedge jangka panjang cocok untuk posisi menengah hingga panjang. Ketiga, jangan terlalu percaya pada pola saja. Meskipun wedge cukup umum, itu bukan jaminan 100% akurat, harus dikonfirmasi dengan indikator teknikal lain dan kondisi pasar.

Contohnya, sebuah saham teknologi tahun lalu membentuk wedge naik, dan setelah harga menembus garis tren bawah, harga turun tajam. Trader yang melakukan short mendapatkan keuntungan dari situ. Selain itu, sebuah komoditas awal tahun ini membentuk wedge turun, dan setelah menembus garis tren atas, harga melonjak tajam, trader yang melakukan long juga meraih profit. Itulah penerapan wedge dalam trading nyata.

Sejujurnya, memahami bentuk wedge dan cara mengenalinya hanyalah langkah awal. Yang paling sulit adalah tetap tenang saat beraksi di pasar dan menjalankan rencana secara disiplin. Tentukan stop loss dengan baik, target harga berdasarkan tinggi wedge, jangan serakah. Gabungkan volume, periode waktu, dan indikator teknikal lain agar tingkat keberhasilan meningkat. Kalau kamu juga sedang memantau pasar akhir-akhir ini, tidak ada salahnya memperhatikan apakah pola wedge muncul, dan bisa diuji coba di pasangan trading di Gate.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan