Belakangan saat saya melihat pasar, saya teringat indikator divergence rate ini. Sejujurnya, banyak trader salah paham tentang ini, mengira bahwa melihat nilai ekstrem harus langsung melawan, padahal malah sering kena blow. Hari ini mari kita bahas bagaimana sebenarnya cara menggunakan indikator ini.



Divergence rate sebenarnya sangat sederhana, yaitu alat untuk mengukur jarak antara harga saat ini dan moving average. Harga naik, semakin jauh dari moving average, ini yang disebut divergence. Rumusnya adalah (harga penutupan hari ini dikurangi MA N hari) dibagi MA N hari dikali 100%. Angka positif menunjukkan premi, sedangkan negatif berarti diskon.

Tapi ada poin penting, berapa tingkat divergence yang dianggap wajar? Tidak ada jawaban pasti, sepenuhnya tergantung karakter pasar. Saya rangkum beberapa referensi nilai ekstrem yang umum: S&P 500 sekitar 3 sampai 5%, Bitcoin biasanya 8 sampai 10%, emas antara 2 sampai 5%. Tapi ini hanya referensi, aset yang berbeda bisa sangat bervariasi, jadi sebelum menggunakan divergence rate, pastikan untuk melakukan backtest sendiri.

Terkait pengaturan divergence rate, saya sarankan menyesuaikan parameter sesuai gaya trading Anda. Trader jangka pendek bisa pakai MA 5 atau 10 hari untuk menangkap fluktuasi jangka sangat pendek. Kalau trading swing, gunakan MA 20 hari untuk menilai apakah tren jangka menengah terlalu panas. Investor jangka panjang bisa pakai MA 60 hari untuk melihat zona overbought dan oversold dalam periode besar. Pengaturan divergence seperti ini akan lebih sesuai dengan ritme trading Anda.

Dalam praktik nyata, strategi yang paling sering saya pakai adalah menggabungkan konfirmasi reversal dari candlestick. Ketika divergence mencapai nilai ekstrem, dan disertai shadow bawah atau sinyal pembalikan lain, bisa dipertimbangkan untuk masuk secara bertahap. Ada juga teknik disebut divergence, misalnya harga membuat low baru tapi divergence tidak membuat low baru, ini biasanya sinyal rebound di dasar.

Namun perlu diingat, dalam tren kuat divergence cenderung melambat, saat itu melihat nilai ekstrem saja tidak cukup. Saya pernah lihat divergence besar, tapi harga sideways cukup lama. Jadi divergence paling baik dipadukan dengan indikator lain, misalnya RSI yang masuk zona oversold, dan divergence juga berada di ekstrem negatif, konfirmasi ganda ini akan lebih andal.

Intinya, divergence rate hanyalah alat bantu, fokus utama tetap pada tren. Indikator memberi tahu bahwa harga mungkin kembali ke MA, tapi dalam tren satu arah yang kuat, harga tetap bisa mengalami deviasi besar. Jadi jangan terlalu bergantung pada angka divergence, tapi kombinasikan dengan kondisi pasar nyata. Dari pengalaman saya selama ini, nilai terbesar dari divergence rate adalah mengingatkan bahwa pasar bisa memasuki kondisi ekstrem, dan saatnya berhati-hati.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan