Doa yang benar lahir dari hati yang hadir, bukan hanya bibir yang bergerak.



Ia tidak menuntut, tapi memohon dengan rendah. Ia tidak terburu, tapi percaya pada waktu Tuhan yang paling tepat. Doa yang benar jujur, menyebut takut, rindu, lelah, dan harapan tanpa disembunyikan.

Doa juga butuh adab. Dimulai dengan syukur, disusul istighfar, lalu permintaan, dan ditutup dengan tawakal. Karena hasil bukan urusan kita, urusan kita adalah bersungguh sungguh meminta.

Doa yang benar mengubah hati sebelum mengubah keadaan. Ia menenangkan, menguatkan, dan mengingatkan bahwa kamu tidak pernah sendiri.

Berdoalah seperti anak kepada ayahnya, yakin didengar, yakin disayang, walau jawabannya datang dalam bentuk lain.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan