Charles Edwards, pendiri Capriole Investments, memperingatkan bahwa perusahaan-perusahaan kas bitcoin sedang mengambil utang pada tingkat rekor untuk mendanai pembelian bitcoin, menghidupkan kembali kekhawatiran yang pertama kali ia sampaikan pada Oktober 2025. Edwards berargumen bahwa model kas aset digital secara struktural memberi insentif untuk bergantung pada pinjaman guna “menciptakan” imbal hasil, dengan menyatakan bahwa bitcoin DAT “levering up at record rates” dan bahwa “unsustainable business model is incentivised to rely on debt to generate fake yield.” Peringatan ini muncul ketika Strategy memegang kira-kira 76% dari kepemilikan bitcoin korporat, sementara aktivitas pembelian di kalangan perusahaan kas treasury lainnya telah anjlok.
Edwards mengaitkan tren utang saat ini dengan peringatan yang ia keluarkan pada Oktober 2025, dengan berargumen bahwa model kas aset digital secara struktural mendorong ketergantungan pada pinjaman. Treasury aset digital, atau DAT, adalah perusahaan publik yang mengumpulkan modal melalui penjualan utang atau saham untuk mengakumulasi bitcoin di neraca mereka. Model ini, yang dipelopori oleh Strategy Inc. (Nasdaq: MSTR), dapat memperbesar keuntungan saat bitcoin naik, tetapi juga menambah leverage yang menciptakan tekanan untuk mengumpulkan kas, membayar utang, atau menjual ketika harga jatuh. Edwards memaparkan sebuah bagan yang menunjukkan meningkatnya level utang perusahaan-perusahaan crypto treasury.
Pada awal tahun ini, Edwards membandingkan pembangunan cepat DAT dengan investment trusts ber-leverage pada 1929, menyebutnya sebagai “leverage explosion waiting to happen.” Ia menunjuk pada sekitar 200 bitcoin treasuries yang kini ada dan berargumen bahwa leverage yang meningkat bisa memicu penurunan berantai deleveraging paksa selama penarikan (drawdown), di mana setiap penjual mendorong harga makin rendah. Tuduhan “fake yield” Edwards menyoroti cara perusahaan treasury memasarkan metrik pertumbuhan bitcoin-per-saham sebagai bentuk imbal hasil. Ia berpendapat angka tersebut sebagian besar merupakan produk dari penerbitan utang dan saham baru ketimbang pendapatan asli, serta menggambarkannya sebagai roda putar (flywheel) yang hanya bekerja selama pasar modal tetap terbuka dan harga tetap tinggi.
Bitcoin.com News melaporkan awal bulan ini bahwa perusahaan-perusahaan bitcoin treasury menghadapi ujian “pinjam atau jual”, dengan pertanyaannya bergeser dari akumulasi ke bagaimana perusahaan membiayai dividen, biaya utang, dan komitmen lain tanpa memangkas eksposur BTC. Data Cryptoquant menunjukkan pembelian treasury di luar Strategy telah ambruk, dengan perusahaan non-Strategy membeli total 1.000 BTC selama 30 hari, turun 99% dari puncak Agustus 2025. Strategy kini memegang kira-kira 76% dari semua bitcoin korporat. Metaplanet dari Jepang melakukan sekitar 20 putaran pembiayaan berbasis utang-untuk-BTC dalam kurang lebih dua tahun, termasuk obligasi tanpa kupon, saat mengejar target 100.000 BTC. Bitcoin.com News melaporkan perusahaan tersebut membukukan rugi kuartalan sebesar $725 juta, meski tumpukan (stack) mereka mencapai 40.177 BTC.
Bitcoin baru-baru ini mencatat minggu terburuknya sejak kejatuhan FTX 2022, merosot di bawah $60.000 saat arus keluar rekor dari exchange-traded fund membebani pasar. Edwards menyatakan bahwa dalam kondisi penurunan, rekayasa keuangan yang mendorong “treasury boom” bisa bekerja terbalik, memberi tekanan pada perusahaan paling berutang terlebih dulu. Ia mencatat bahwa jika BTC pulih, leverage bisa kembali tampak seperti rekayasa keuangan yang cerdik, sementara jika penurunan berlarut, treasury yang paling leveraged akan menjadi yang pertama merasakannya.
Apa yang diperingatkan Charles Edwards tentang perusahaan kas bitcoin? Charles Edwards memperingatkan bahwa perusahaan kas bitcoin sedang mengambil utang pada tingkat rekor untuk mendanai pembelian bitcoin, menyebut model treasury aset digital secara struktural memberi insentif untuk bergantung pada pinjaman guna “menciptakan” imbal hasil. Ia menyatakan bahwa bitcoin DAT sedang “levering up at record rates” dengan “unsustainable business model incentivised to rely on debt to generate fake yield.”
Berapa banyak bitcoin korporat yang dipegang Strategy dibanding perusahaan kas treasury lainnya? Strategy memegang kira-kira 76% dari seluruh kepemilikan bitcoin korporat. Data Cryptoquant menunjukkan perusahaan non-Strategy hanya membeli 1.000 BTC selama 30 hari, yang berarti penurunan 99% dari puncak Agustus 2025, menandakan konsentrasi kepemilikan bitcoin treasury yang signifikan pada Strategy.
Berita Terkait