Menurut Jin10, pada 17 Mei, pemerintahan Trump AS mengizinkan pencabutan pengecualian sanksi yang mendorong penjualan minyak mentah Rusia untuk segera berakhir. Pengecualian tersebut, yang mengizinkan pembelian minyak yang sebelumnya dilarang, telah diberikan dua kali—pertama pada Maret dan diperbarui pada April—namun hanya berlaku untuk minyak mentah Rusia yang telah dimuat di kapal. Keputusan ini muncul di tengah kekhawatiran tentang ketatnya pasokan minyak global setelah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Langkah tersebut memicu respons yang saling bertentangan: sekutu Eropa memandang sanksi sebagai hal yang penting untuk memangkas pendapatan minyak Rusia dan pendanaan untuk konflik di Ukraina, sementara negara-negara termasuk India dan Indonesia telah melobi perpanjangan pengecualian.
Related News