Berita Gerbang, 28 April — Adobe telah memulai pengujian publik Firefly AI Assistant, sebuah alat baru yang mampu menyelesaikan alur kerja multi-langkah di berbagai aplikasi kreatif termasuk Photoshop, Lightroom, Illustrator, Express, dan Premiere. Perusahaan ini juga sedang membangun versi yang lebih ringan untuk chatbot pihak ketiga, dimulai dengan Claude dari Anthropic.
Asisten ini memungkinkan pengguna menjelaskan hasil yang diinginkan melalui antarmuka percakapan, bukan mengoperasikan alat spesifik aplikasi secara manual atau mengulang tindakan di berbagai program. Langkah ini memperluas strategi AI Adobe melampaui integrasi sebelumnya dengan ChatGPT dan Microsoft Copilot, yang terbatas pada fitur masing-masing aplikasi.
Ekspansi Adobe hadir di tengah tekanan bisnis yang signifikan. CEO perusahaan mengundurkan diri pada Maret 2026 setelah 18 tahun, menyusul kekhawatiran investor tentang cara Adobe memonetisasi kemampuan AI. Saham Adobe telah turun hampir 23% sepanjang tahun ini, karena investor khawatir sistem AI agensi yang mampu menyelesaikan tugas multi-langkah dapat mengganggu model penetapan harga perangkat lunak tradisional berbasis per kursi—sebuah skenario yang oleh sebagian pihak disebut “SaaSpocalypse.” Canva, kompetitor besar, meluncurkan platform agen generasi berikutnya Canva 2.0 pada hari yang sama ketika Adobe mengumumkan Firefly AI Assistant.
Adobe berencana untuk beralih ke model penetapan harga berbasis pemakaian, dengan fitur AI dijual melalui “kredit AI,” dan menargetkan untuk menerapkan asisten agen yang serupa ke lebih banyak aplikasinya.