Para peneliti di Zhejiang University telah mengembangkan AudioHijack, sebuah metode serangan yang menyisipkan perintah yang tidak terdengar dalam audio untuk memanipulasi model bahasa audio berukuran besar dengan tingkat keberhasilan 79–96%. Serangan ini dipresentasikan pada Simposium Keamanan dan Privasi IEEE ke-47 di San Francisco. AudioHijack bekerja dengan memodifikasi nilai numerik di dalam gelombang audio digital dengan cara yang tidak dapat dideteksi oleh pendengar manusia, namun tetap memengaruhi cara model AI menginterpretasikan sinyal. Audio yang telah dimanipulasi dapat menimpa atau mengalihkan perilaku sebuah model meskipun instruksi pengguna yang sah disertakan dalam klip, menurut penelitian.
“Diperlukan waktu hanya setengah jam untuk melatih sinyal ini, lalu karena sinyal ini tidak bergantung pada konteks, Anda dapat menggunakannya untuk menyerang model target kapan pun Anda mau, apa pun yang dikatakan pengguna,” kata Meng Chen, penulis utama dan mahasiswa Ph.D. di Zhejiang University.
How AudioHijack Differs from Traditional Attacks
AudioHijack differs from traditional prompt injection attacks because it does not manipulate what the user says to the AI. Instead, it alters the audio signal itself, embedding hidden instructions inside sounds humans cannot hear. This approach makes the attack harder to defend against because it bypasses safeguards designed to detect suspicious text prompts.
Capabilities and Tested Systems
Researchers tested AudioHijack on 13 open-source AI voice models and found it could make them refuse requests, spread false information, insert harmful links, change personality, or perform actions the user never asked for, including web searches, file downloads, and emails containing personal data. The attacks also worked on commercial voice AI systems from Microsoft and Mistral that use similar technology.
Delivery Methods
Possible delivery methods include online videos, music clips, voice notes, or audio from Zoom calls uploaded to AI transcription services. The team also demonstrated similar attacks in live AI voice chats through unpublished follow-up work.
Keterbatasan Pertahanan
Memantau mekanisme perhatian internal sebuah model adalah pertahanan yang paling efektif yang diuji oleh para peneliti. Namun, mereka juga menemukan bahwa penyerang yang mengetahui pertahanan tersebut dapat mengurangi kekuatan manipulasi sambil tetap mempertahankan sebagian besar efektivitas serangan.
“Pertahanan satu titik ini kesulitan melawan serangan kami karena kami menemukan bahwa sangat sulit bagi model-model ini untuk membedakan maksud pengguna yang normal dan serangan musuh kami,” kata Chen.
Menurut studi tersebut, para peneliti sedang menyelidiki apakah teknik ini dapat diterapkan pada model tertutup dari OpenAI dan Anthropic melalui komponen audio sumber terbuka yang saling berbagi.