Pada hari Sabtu, Ryoji Hyakumori, wakil gubernur Bank of Japan, menyerukan pendekatan yang menyeluruh dalam merancang sistem moneter global masa depan, sambil memperingatkan agar tidak membatasi pilihan hanya pada mata uang digital bank sentral (CBDC) dan stablecoin saja. Hyakumori mencatat bahwa Jepang siap untuk kedua jalur tersebut, setelah meluncurkan proyek percontohan CBDC sekaligus menjadi salah satu negara pertama yang menetapkan regulasi stablecoin. Ia menekankan bahwa sistem moneter masa depan membutuhkan rancangan komprehensif yang mengintegrasikan kelayakan teknologi, biaya sosial, kenyamanan pengguna, stabilitas keuangan, serta pertimbangan kebijakan moneter.
Related News
Solana DEX Peringatkan Penyedia Likuiditas untuk Menarik Dana Setelah Keterkaitan Karyawan Korea Utara Muncul
Bitcoin Depot Mengeluarkan Peringatan “Going Concern” Saat Pendapatan Q1 Turun 49%
Bank of England: Stablecoin adalah “bentuk baru dari uang”, tidak memilih dengan simpanan tokenisasi