Sebuah proposal hard fork Bitcoin baru oleh pengembang Paul Sztorc telah memicu perdebatan sengit di seluruh komunitas kripto. Fork yang direncanakan, bernama eCash, diperkirakan akan diluncurkan pada Agustus 2026 dan akan mendistribusikan token kepada pemegang Bitcoin dengan rasio 1:1. Namun, proposal tersebut mendapat kritik karena rencananya yang berani untuk mengalihkan sebagian Bitcoin yang terkait dengan Satoshi Nakamoto.
Proposal Sztorc melampaui fork standar. Ia mengusulkan redistribusi sebagian dari perkiraan 1,1 juta BTC yang diyakini milik pencipta anonim Bitcoin. Sebagian dari koin ini akan diberikan kepada investor awal di jaringan eCash yang baru.
Para kritikus berpendapat langkah ini menantang prinsip dasar Bitcoin tentang ketakterubahan. Mereka percaya kepemilikan harus tetap tidak disentuh, bahkan jika koin tidak aktif. Penganjur Bitcoin terkemuka Peter McCormack menyebut proposal tersebut “pencurian”, yang mencerminkan reaksi balik kuat dari komunitas.
Kekhawatiran utama yang diajukan termasuk:
Terlepas dari kontroversinya, eCash memperkenalkan beberapa peningkatan teknis. Jaringan ini akan beroperasi pada versi yang hampir identik dari Bitcoin Core dan menggunakan algoritma penambangan SHA-256 yang sama. Jaringan ini juga akan diluncurkan dengan tingkat kesulitan penambangan yang lebih rendah untuk mendorong partisipasi awal.
Selain itu, proposal ini mencakup:
Pendukung berpendapat fitur-fitur ini dapat memodernisasi ekosistem Bitcoin dan mengatasi keterbatasan yang sudah lama ada.
Pada akhirnya, keberhasilan eCash akan bergantung pada adopsi. Meskipun hard fork dapat menciptakan mata uang kripto baru, mereka tidak dapat memaksa pengguna atau institusi untuk menerimanya sebagai Bitcoin. Penolakan yang kuat menunjukkan bahwa eCash mungkin kesulitan untuk mendapatkan dukungan yang luas.
Meski demikian, perdebatan ini menyoroti kekhawatiran yang berkembang seputar koin yang tidak aktif, risiko keamanan di masa depan, dan evolusi jangka panjang Bitcoin. Selama isu-isu ini terus muncul, diskusi seperti ini dapat membentuk fase berikutnya pengembangan kriptokurensi.