Inti Utama
Covenant AI keluar dari Bittensor dan menjual lebih dari 37.000 token TAO, memicu tekanan jual yang berat dan menghapus kenaikan pasar terbaru.
Sam Dare menuduh Jacob Steeves mempertahankan kontrol terpusat, sehingga menambah kekhawatiran di kalangan trader tentang transparansi tata kelola dalam ekosistem Bittensor yang lebih luas.
Analis memantau TAO yang berada di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, sementara trader mengawasi support di sekitar $250 di tengah penjualan panik yang kian cepat.
Token asli Bittensor, TAO, anjlok hampir 20% pada 10 April setelah Covenant AI mengumumkan keluar sepenuhnya dari jaringan dan menjual lebih dari 37.000 token. Penurunan tajam menghapus sebagian besar keuntungan terbaru token dan memicu penjualan besar-besaran di bursa-bursa utama. Akibatnya, trader merespons cepat karena kekhawatiran seputar tata kelola dan desentralisasi menyebar di seluruh ekosistem.
Pendirinya Covenant AI, Sam Dare, menuduh Jacob Steeves mempertahankan kontrol terpusat atas keputusan jaringan meski ada klaim publik tentang desentralisasi. Dare menyebut model tata kelola sebagai “teater desentralisasi” dan mengatakan bahwa keputusan penting tidak mendapat masukan dari komunitas secara lebih luas. Selain itu, Covenant AI menuduh beberapa subnet-nya menghadapi tindakan hukuman yang mencakup penghentian emisi dan pembatasan moderasi.
Dampak lanjutan menguat setelah Dare mengonfirmasi penjualan kepemilikan TAO Covenant AI, yang dilaporkan melebihi 37.000 token. Langkah ini menambah tekanan jual yang kuat ke pasar yang sudah gugup setelah TAO melonjak lebih dari 100% selama bulan sebelumnya. Di sisi lain, investor bereaksi terhadap tuduhan adanya transaksi token orang dalam, yang turut merusak kepercayaan di seluruh ekosistem Bittensor.
TAO turun dari di atas $340 menjadi hampir $263 dalam satu sesi perdagangan setelah volume melonjak lebih dari 143%. Lonjakan aktivitas itu mencerminkan pengambilan keuntungan secara agresif dan aksi keluar yang didorong kepanikan oleh trader jangka pendek. Namun, platform perdagangan yang lebih besar tetap menunjukkan posisi yang seimbang, menandakan sebagian pelaku pasar masih mengharapkan stabilisasi setelah koreksi mendadak.
Indikator teknis juga mencerminkan melemahnya momentum setelah penurunan tajam. Trader populer Cheds Trading mencatat TAO jatuh di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, yang sering kali menandakan tekanan sisi bawah yang makin besar. Selain itu, analis terus memantau area $250 dengan cermat karena bertepatan dengan rata-rata pergerakan 50 hari token dan tetap menjadi level support penting.
Indeks kekuatan relatif turun ke 41, menyoroti memudarnya kekuatan bullish setelah berminggu-minggu pergerakan naik yang kuat. Futures TAO juga melemah di beberapa bursa karena trader mengurangi eksposur jangka pendek setelah aksi jual. Secara signifikan, analis kripto Michaël van de Poppe menggambarkan penurunan ini sebagai reaksi berlebihan akibat penjualan panik dan keluarnya subnet yang mendadak.
Di tengah gejolak pasar, beberapa trader meyakini jaringan Bittensor bisa pulih begitu tekanan jual mereda. Van de Poppe menyatakan bahwa ia masih memegang posisi TAO dan dapat menambah eksposur di dekat level saat ini. Karena itu, perhatian kini berfokus pada apakah TAO mampu mempertahankan support di sekitar $250 dan memulihkan momentum setelah penurunan.
Related News
Analis on-chain: Multicoin diduga berhenti-loss posisi AAVE, mengalami kerugian lebih dari 40,56 juta dolar AS
Bittensor TAO Tembus di Atas $300 saat Permintaan Crypto AI Meningkat
Aktivitas Burn Shiba Inu Menghapus Jutaan Saat Permintaan SHIB Meningkat
Aktivitas Pemusnahan Shiba Inu Menghapus Jutaan Saat Permintaan SHIB Meningkat
Harga Bittensor Anjlok Setelah Covenant AI Melepas 37.000 TAO