Blaize, sebuah perusahaan komputasi AI asal AS, mengumumkan pada 28 April kemitraan tiga pihak dengan Nokia dan PT Datacomm Diangraha, sebuah perusahaan layanan TI asal Indonesia, menurut Blaize Holdings. Perusahaan-perusahaan tersebut akan menerapkan infrastruktur inferensi AI hibrida di Indonesia dan Asia Tenggara, menggunakan arsitektur referensi yang divalidasi di lab inovasi Nokia di Singapura.
Penyiapannya menggabungkan perangkat jaringan dan keamanan Nokia, platform edge AI Blaize, serta kemampuan penerapan lokal Datacomm. Kemitraan ini berfokus pada proyek sektor publik, geospasial, dan perusahaan di seluruh kawasan.
Kemitraan ini dibangun berdasarkan kolaborasi Nokia dan Blaize yang diumumkan pada Januari 2026, menurut pengumuman tersebut. PT Datacomm Diangraha melaporkan bahwa permintaan pelanggan untuk inferensi AI telah meningkat lebih dari 50% dalam enam bulan terakhir.
Model penerapan ini memasangkan sistem (GPU) unit pemrosesan grafis di pusat data dengan platform inferensi Blaize yang disetel untuk penerapan edge perusahaan terdistribusi—artinya sistem AI ditempatkan lebih dekat ke tempat data dibuat dan digunakan. Pendekatan hibrida ini bertujuan untuk melampaui proyek percontohan dan membangun infrastruktur yang menghasilkan pendapatan dalam skala besar.
Apa fokus kemitraan ini?
Kemitraan tiga pihak antara Blaize, Nokia, dan PT Datacomm Diangraha berfokus pada penerapan infrastruktur inferensi AI hibrida di Indonesia dan Asia Tenggara. Inferensi AI mengacu pada menjalankan model AI terlatih untuk aplikasi seperti pengawasan keselamatan publik dan tugas AI industri.
Perusahaan apa saja yang terlibat dalam kemitraan ini?
Kemitraan ini mencakup Blaize (sebuah perusahaan komputasi AI asal AS), Nokia (yang menyediakan alat jaringan dan keamanan), serta PT Datacomm Diangraha (sebuah perusahaan layanan TI asal Indonesia yang menangani penerapan lokal). Arsitektur referensi telah divalidasi di lab inovasi Nokia di Singapura.
Permintaan pasar apa yang mendorong kemitraan ini?
Menurut PT Datacomm Diangraha, permintaan pelanggan untuk inferensi AI telah meningkat lebih dari 50% dalam enam bulan terakhir, yang menunjukkan minat pasar yang kuat di Asia Tenggara untuk penerapan infrastruktur AI.
Related News
Deutsche Börse, Wiener Börse Perpanjang Kemitraan T7 hingga 2033
Citibank menyesuaikan valuasi pasar AI di 4,2 triliun dolar, perkiraan CapEx 8,9 triliun
Broadridge Meluncurkan Proyek Penyederhanaan Pengungkapan AI di Irlandia
Google menandatangani kontrak AI rahasia dengan Pentagon, ratusan karyawan menandatangani petisi menentang tetapi tidak berhasil
Lenovo Meluncurkan Rangkaian Platform AI xIQ untuk Perusahaan dan Pemerintah di Singapura