Pada periode 29 Mei 2026 07:30 hingga 07:45 UTC, imbal hasil BTC tercatat -0,48%, dengan rentang harga 73.401,8 hingga 73.763,9 USDT, serta amplitudo 0,49%. Dalam periode tersebut, harga turun dari sekitar 73.700 dolar AS menjadi kisaran 73.300 dolar AS, menunjukkan tekanan yang jelas dalam jangka pendek. Sentimen pasar cenderung bearish, sementara volatilitas meningkat secara signifikan dibanding beberapa hari sebelumnya.
Dorongan utama dari peristiwa volatilitas kali ini adalah eskalasi ketegangan geopolitik AS-Iran di Selat Hormuz. Militer AS melakukan serangan defensif terhadap drone milik Iran, dan kekhawatiran investor terhadap memburuknya situasi di Timur Tengah menurunkan risk appetite, sehingga dana cepat keluar dari aset berisiko seperti kripto.
Selain itu, data on-chain dan arus dana ETF semakin memperkuat tekanan jual. Rata-rata masuk BTC mingguan dari salah satu bursa utama melonjak dari 378 BTC pada 16 Mei menjadi 1.190 BTC dalam beberapa waktu terakhir; masuk harian sempat melampaui 3.600 BTC. Dalam satu bulan, cadangan bursa bertambah sebesar 16 ribu BTC. Sementara itu, spot ETF mengalami arus keluar bersih selama 6 hari perdagangan berturut-turut, dengan total nilai penebusan mencapai 1,26 miliar dolar AS. Aktivitas perpindahan on-chain oleh pemegang dana dalam juga memperparah kekhawatiran pasar—pada 25 Mei, 2.650 BTC dipindahkan ke institusi bursa; meski tidak identik dengan penjualan, hal itu menambah potensi tekanan pasokan. Secara teknikal, RSI telah jatuh di bawah 30 masuk area oversold, dan OBV mengonfirmasi pola pembalikan “puncak roller coaster”, sehingga tenaga jual semakin dilepas.
Dalam jangka pendek, perlu waspadai risiko penurunan lebih lanjut. Level support kunci saat ini berada di 71.402 dolar AS; jika level ini jebol, harga berpotensi menguji area psikologis 70.000 dolar AS. Aktivitas “paus” di bursa sudah mencapai level tertinggi dalam 10 bulan, sehingga kerapuhan likuiditas meningkat. Namun, MA 200 hari masih mempertahankan tren naik; struktur teknikal jangka panjang belum sepenuhnya rusak, dan kondisi oversold berpotensi memicu reli teknis. Ke depan, fokus utama sebaiknya pada perkembangan situasi geopolitik, arah arus dana ETF, serta performa support di sekitar 71.402 dolar AS.