Menurut Komisi Nasional Pembangunan dan Reformasi, mulai tahun 2026, Tiongkok akan menggelar kampanye tiga tahun untuk membenahi sembilan industri utama—termasuk baja, aluminium elektrolitik, semen, kaca datar, pengolahan minyak, etilena, amonia sintetis, metanol, dan pembangkit listrik tenaga batu bara—dengan fokus pada efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon.
Inisiatif ini bertujuan untuk memaksimalkan efisiensi energi dan karbon di sektor-sektor yang padat energi tersebut pada tahun 2028. Mulai tahun 2029, pemerintah berencana memperluas cakupan ke industri-industri tambahan, dengan otoritas daerah yang dapat memulai implementasi lebih cepat dari jadwal bila diperlukan.