Menurut laporan CITIC Securities, inflasi AS tetap tinggi pada April, dengan kenaikan biaya sewa mendorong inflasi inti lebih tinggi di tengah ketegangan Timur Tengah yang masih berlangsung. Bank tersebut mencatat bahwa inflasi yang tinggi terus menggerus daya beli rumah tangga, sementara keluarga berpendapatan rendah menghadapi tekanan biaya yang lebih tajam dan upah riil kembali turun secara year-over-year untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. CITIC Securities menilai risiko inflasi sekunder relatif rendah, tetapi memperingatkan bahwa harga minyak yang tetap tinggi akan membatasi ruang untuk penurunan inflasi lebih lanjut tahun ini. Perusahaan tersebut mempertahankan perkiraan dasarnya bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada 2026.
Related News
AS April CPI tumbuh 3,8% YoY dan mencapai level tertinggi dalam 32 bulan, penurunan suku bunga The Fed kembali ditunda
Siklus makro mulai: bagaimana kebuntuan AS-Iran dan harga minyak menembus 100 memengaruhi penetapan harga Bitcoin?
Citadel Securities: Inflasi, Bukan Pertumbuhan, adalah Risiko Pasar Nyata