Menurut Reuters, Cloudflare melakukan PHK terhadap lebih dari 1.100 karyawan, setara sekitar 20% dari total tenaga kerjanya, pada 8 Mei untuk merestrukturisasi operasi seputar alat berbasis AI. CEO Matthew Prince menyatakan perusahaan sedang mendesain ulang setiap tim dan fungsi agar bisa beradaptasi dengan era agentic AI, seraya mencatat penggunaan AI internal meningkat lebih dari enam kali dalam tiga bulan terakhir. Meski melampaui ekspektasi laba pada Q1, saham Cloudflare turun sekitar 19% dalam perdagangan setelah jam bursa usai pengumuman.
Related News
Kecewa dengan perkiraan pendapatan Cloudflare, memangkas 1.100 karyawan, harga saham anjlok 19% setelah penutupan
Cloudflare: Lalu Lintas Non-Manusia Kini Menjadi Mayoritas, x402 Alamat Dana Yayasan dalam Ekonomi Web
Freshworks Memangkas 500 Pekerjaan dalam Restrukturisasi Berbasis AI