Pesan dari Gate News, 20 April — Harga minyak mentah melonjak tajam kemarin (19 April) setelah pasukan AS menyita kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman. Minyak mentah Brent naik lebih dari 5% menjadi di atas $95 per barel, sementara WTI (West Texas Intermediate) naik lebih dari 6% menuju $89 per barel pada saat penulisan. Pemantulan ini mengikuti konfirmasi Presiden Donald Trump bahwa Marinir AS menaiki kapal Iran setelah kapal tersebut mengabaikan perintah untuk berhenti saat keluar dari Selat Hormuz.
Penyitaan itu menandai penggunaan kekuatan pertama yang diketahui di bawah strategi blokade AS saat ini dan langsung meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan. Iran merespons dengan memberi sinyal bahwa pihaknya dapat memperketat kendali atas Selat Hormuz—salah satu titik kemacetan pengiriman minyak paling penting di dunia—dan membatasi transit sampai AS mengangkat blokadenya atas pelabuhan-pelabuhan Iran. Teheran juga menuduh Washington melanggar kesepakatan gencatan senjata, dengan mengatakan blokade mengganggu ketentuan yang telah disepakati. Meskipun ketegangan meningkat, Presiden Trump menyatakan bahwa negosiator AS akan terbang ke Pakistan untuk putaran pembicaraan lain dengan pejabat Iran, meski Iran belum mengonfirmasi partisipasi dan media negara menyiratkan pejabat mungkin melewatkan diskusi tersebut.
Para analis memperingatkan risiko yang makin besar akan terjadinya guncangan pasokan energi yang berkepanjangan jika gangguan terus berlanjut. Biaya energi yang lebih tinggi dapat memperkuat tekanan inflasi global di seluruh sektor transportasi dan manufaktur. Futures saham AS juga sedikit melemah setelah perkembangan tersebut, yang menandakan kekhawatiran pasar yang lebih luas terkait ketidakpastian yang kembali meningkat.
Related News