Menurut strategis Deutsche Bank Binky Chadha dan Jim Reid, penerbitan IPO yang berat tidak akan menghantam pasar saham AS meski ada kekhawatiran pasar bahwa perusahaan seperti OpenAI, SpaceX, dan Anthropic akan menyedot modal dari pasar yang lebih luas. Meninjau data historis selama tiga dekade, Deutsche Bank menemukan bahwa gelombang IPO biasanya berbarengan dengan kinerja pasar yang kuat: imbal hasil median 3 bulan rata-rata sekitar 8%, sementara imbal hasil 12 bulan melampaui 20% pada periode penerbitan puncak.
Para strategis mengaitkan pola ini dengan fundamental yang digerakkan oleh permintaan. Perusahaan memilih untuk go public tepat ketika sentimen pasar kuat, momentum laba solid, dan selera risiko investor meningkat—artinya pasar yang tangguh memunculkan IPO, bukan sebaliknya. Deutsche Bank menekankan bahwa kondisi permintaan saat ini masih sangat kuat, dengan arus masuk modal yang stabil, pertumbuhan pendapatan korporasi yang sehat, dan aktivitas buyback yang aktif menopang pasar.