Suki Cooper, Global Head of Commodities Research di Standard Chartered Bank, memperingatkan bahwa pasar emas masih menghadapi kerentanan lebih lanjut dalam waktu dekat karena harga berbalik negatif untuk tahun ini dan kepemilikan exchange-traded fund terus menurun. Emas spot terakhir diperdagangkan pada $4.221,10 per ounce, turun hampir 1% pada hari itu dan lebih dari 2% year-to-date, dengan harga anjlok lebih dari 5% sejak Jumat ketika menembus di bawah rata-rata pergerakan 200 hari. Cooper mengaitkan aksi jual itu dengan tantangan makro dan meningkatnya imbal hasil riil, seiring pasar memperhitungkan kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga pada akhir tahun. Permintaan investasi di pasar ETF secara tradisional berkorelasi lebih dekat dengan imbal hasil riil dibanding faktor-faktor pasar fisik, sehingga meningkatkan biaya peluang untuk menahan aset tanpa imbal hasil seperti emas ketika inflasi mendorong imbal hasil naik.
Kinerja Harga Emas dan Ulasan Teknis
Emas mencapai penanda bearish saat harga berbalik negatif untuk tahun ini, tetap di atas titik terendah bulan Maret tetapi mematahkan support kritis di rata-rata pergerakan 200 hari pada Jumat. Logam mulia ini turun lebih dari 2% year-to-date setelah jeblok lebih dari 5% sejak Jumat. Emas spot terakhir diperdagangkan pada $4.221,10 per ounce, turun hampir 1% pada hari itu.
Peringatan Penebusan ETF ala Cooper
Cooper menyatakan dalam catatan logam mulianya yang terbaru bahwa aksi jual berpotensi menguat karena investor melikuidasi posisi yang merugi pada exchange-traded funds berbasis emas. "Kami memperkirakan pergerakan harga menjadi lebih rentan dalam waktu dekat, didorong oleh tantangan makro. Emas mulai kembali mengikuti arah imbal hasil riil," katanya. Posisi taktis sempat beralih positif pada bulan Mei, tetapi kepemilikan ETP turun 16 ton dan terus menurun pada Juni, menurut Cooper.
Level Support Teknis dan Risiko Kerugian
Cooper menetapkan $4.250 per ounce sebagai level harga teknis pertama yang perlu diperhatikan investor. "Analisis arus dana ETP emas menunjukkan bahwa setidaknya 270t kepemilikan berada di wilayah merugi pada titik harga terendah baru-baru ini sekitar USD 4.250/oz; angka itu naik menjadi 465t jika kami mengasumsikan penebusan bersih tahun ini menguntungkan dan ditetapkan pada level harga yang lebih rendah, dengan basis FIFO," katanya. Posisi yang merugi akan meningkat menjadi 298 ton jika harga turun ke $4.000 per ounce, dengan level support teknis berikutnya sekitar $4.100 per ounce.
Pendorong Pasar dan Prospek Jangka Menengah
Cooper menjelaskan bahwa permintaan investasi di pasar ETF memiliki korelasi yang lebih dekat dengan imbal hasil riil dibanding faktor struktural lain di pasar fisik. Inflasi yang meningkat memaksa pasar memperhitungkan kenaikan suku bunga dari Federal Reserve pada akhir tahun, mendorong imbal hasil riil naik dan meningkatkan biaya peluang untuk menahan emas. Momentum bullish yang kembali menguat pada dolar AS juga menambah tekanan terhadap emas. Meski rentan dalam waktu dekat, Cooper tetap optimistis bahwa harga emas bisa pulih dalam jangka menengah.
FAQ
Level harga berapa yang ditembus emas pada Jumat?
Emas menembus di bawah support kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari pada Jumat, memicu aksi jual lebih dari 5% sejak saat itu.
Berapa banyak kepemilikan ETF emas yang berada di wilayah merugi pada $4.250 per ounce?
Menurut analisis Suki Cooper, setidaknya 270 ton kepemilikan ETP berada di wilayah merugi pada $4.250 per ounce, naik menjadi 465 ton dengan basis FIFO jika diasumsikan penebusan tahun ini menguntungkan.
Mengapa emas menjadi lebih rentan menurut Standard Chartered?
Cooper menyatakan bahwa emas kembali mengikuti imbal hasil riil karena pasar memperhitungkan Federal Reserve menaikkan suku bunga pada akhir tahun, sehingga meningkatkan biaya peluang untuk menahan aset tanpa imbal hasil seperti emas sementara kepemilikan ETF terus menurun.