DPR Menjadwalkan Sidang Juli saat CLARITY Act Mengincar Pemungutan Suara Senat

BTC-3,76%

Komite Jasa Keuangan DPR menjadwalkan sidang pada 14 Juli terkait Laporan Kebijakan Moneter semi-tahunan Federal Reserve yang menampilkan kesaksian kongres pertama Ketua Fed baru Kevin Warsh, diikuti sidang 17 Juli di New York yang berfokus pada bagaimana Undang-Undang CLARITY dapat membentuk inovasi aset digital dan keuangan. Senator Cynthia Lummis menargetkan pemungutan suara di lantai Senat untuk Undang-Undang CLARITY sebelum masa reses Agustus, dengan RUU tersebut memerlukan 60 suara agar bisa dilanjutkan. Sidang yang berurutan ini dirancang untuk mempertahankan momentum bagi rancangan undang-undang struktur pasar kripto saat jendela legislasi semakin menyempit.

Komite Jasa Keuangan DPR Menjadwalkan Sidang 14 Juli dan 17 Juli

Komite Jasa Keuangan DPR menetapkan sidang 14 Juli tentang Laporan Kebijakan Moneter semi-tahunan Federal Reserve, yakni sesi ketika Ketua Fed baru Kevin Warsh dijadwalkan menyampaikan kesaksian kongres pertamanya. Komite juga merencanakan sidang 17 Juli di New York yang berfokus pada bagaimana Undang-Undang CLARITY dapat membentuk inovasi aset digital dan keuangan.

Sesi 17 Juli, yang digelar di luar Washington, bertujuan menyoroti kepentingan ekonomi industri serta biaya dari ketidakpastian regulasi yang berlanjut. Sidang berurutan tersebut memberi para pendukung RUU panggung bergengsi untuk menyampaikan argumen pada saat momentum sedang terbentuk, namun pemungutan suara final masih sulit dicapai.

Lummis Menolak Menyerahkan Tata Kelola Aset Digital kepada Pihak Lain

Lummis mempertajam retorikanya seiring kalender semakin mepet. Ia menolak gagasan bahwa Amerika Serikat harus membiarkan pihak lain mengatur teknologi yang membantu dipelopori oleh orang-orang Amerika, dengan mengatakan: "AS tidak menciptakan internet lalu menyerahkannya kepada orang lain untuk mengatur. Kami juga tidak akan melakukan itu untuk aset digital."

Politikus Partai Republik dari Wyoming itu memandang pekan-pekan mendatang sebagai penentu, dengan alasan bahwa jendela untuk meloloskan legislasi kripto komprehensif tahun ini sempit dan terus menutup. Ia berulang kali memperingatkan bahwa ketidakpastian hukum mendorong pengembang dan perusahaan kripto menuju yurisdiksi yang lebih ramah, serta bahwa Kongres harus bertindak sebelum pergeseran itu menjadi permanen.

Senator tersebut juga mengaitkan RUU ini dengan argumen daya saing yang lebih luas, dengan menyatakan bahwa aturan yang jelas akan menjaga Bitcoin dan pengembang open-source tetap berada di Amerika Serikat, ketimbang mendorong inovasi, lapangan kerja, dan investasi ke luar negeri.

Undang-Undang CLARITY Maju ke Lantai Senat dengan Persyaratan 60 Suara

Undang-Undang CLARITY sudah bergerak keluar dari Komite Perbankan Senat dan ditempatkan dalam kalender legislatif Senat, sehingga siap untuk pemungutan suara penuh di lantai. RUU ini membutuhkan 60 suara untuk meloloskan Senat, lalu harus diselaraskan dengan versi yang disahkan DPR pada 2025 sebelum bisa sampai ke meja presiden.

Lummis menempatkan jendela pemungutan suara lantai yang lebih mungkin terjadi sebelum masa reses Agustus, mengatur tenggat itu sebagai pendorong paksa. Para pendukung dari kalangan industri menggemakan urgensinya, memperingatkan bahwa jika jendela itu terlewat, aturan kripto komprehensif bisa tertunda selama bertahun-tahun dan pasar tetap berjalan dengan tambal-sulam regulasi negara bagian.

Pendukung di luar Kongres terus mendesak para legislator, dengan Michael Saylor berargumen bahwa aturan yang jelas bisa membuka pasar institusional untuk BTC dan produk terkait. Langkah terverifikasi berikutnya adalah rangkaian sidang bulan Juli, dimulai dengan kesaksian Warsh pada 14 Juli dan berlanjut dengan sesi 17 Juli tentang inovasi aset digital.

FAQ

Sidang apa saja yang dijadwalkan Komite Jasa Keuangan DPR untuk bulan Juli?

Komite Jasa Keuangan DPR menjadwalkan sidang 14 Juli tentang Laporan Kebijakan Moneter semi-tahunan Federal Reserve yang menampilkan kesaksian kongres pertama Ketua Fed Kevin Warsh, serta sidang 17 Juli di New York yang berfokus pada bagaimana Undang-Undang CLARITY dapat membentuk inovasi aset digital dan keuangan.

Berapa suara yang dibutuhkan agar Undang-Undang CLARITY lolos di Senat?

Undang-Undang CLARITY membutuhkan 60 suara untuk meloloskan Senat. RUU tersebut sudah bergerak keluar dari Komite Perbankan Senat dan ditempatkan dalam kalender legislatif Senat. Senator Lummis menargetkan pemungutan suara di lantai Senat sebelum masa reses Agustus, setelah itu RUU akan perlu diselaraskan dengan versi yang disahkan DPR pada 2025.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar