Menurut Wall Street Journal, yang mengutip pejabat AS, Garda Revolusi Iran menyerang sebuah kapal kargo berbendara Singapura di Selat Hormuz pada Kamis, 26 Juni. Kantor Operasi Perdagangan Maritim Inggris melaporkan bahwa jembatan kapal mengalami kerusakan, tanpa ada korban jiwa. Insiden ini menguji kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani pekan lalu antara AS dan Iran yang bertujuan mengakhiri konflik dan membuka kembali jalur pelayaran penting tersebut.
Setelah serangan tersebut, badan pelayaran Perserikatan Bangsa-Bangsa mengumumkan bahwa mereka untuk sementara menangguhkan rencana evakuasi bagi kapal dan awak yang terjebak di wilayah Hormuz. PBB telah menghentikan kerangka evakuasi Hormuz sembari menunggu kejelasan lebih lanjut.