Pesan dari Gate News, 22 April — Presiden AS Donald Trump telah setuju untuk memperpanjang gencatan senjata AS-Iran hanya selama 3 hingga 5 hari, bukan skema jangka panjang yang sebelumnya diperkirakan pasar, untuk mengamankan jendela negosiasi final. Pakistan menyatakan bahwa putaran pembicaraan kedua dapat dimulai ulang dalam 36 hingga 72 jam, namun respons resmi Iran melalui Kantor Berita Tasnim menyebutkan bahwa pihaknya “belum memutuskan” apakah akan berpartisipasi dalam pembicaraan hari Jumat.
Negosiasi menghadapi hambatan signifikan karena struktur kekuatan internal Iran yang terpecah. Kelompok garis keras, yang diwakili oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), secara terbuka menentang pemerintahan sipil pada isu-isu utama dan bahkan menolak hasil negosiasi yang sudah ada. Selain itu, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Seyyed Ali Khamenei tetap bungkam mengenai masalah tersebut, sehingga negosiasi tidak memiliki otoritas pengambilan keputusan final.
Penilaian AS menunjukkan bahwa meskipun jalur diplomatik masih dapat menghasilkan kesepakatan, opsi militer bisa kembali masuk agenda jika Iran gagal mencapai posisi yang bersatu dalam tenggat waktu. Washington saat ini memanfaatkan kemungkinan pemblokade Selat Hormuz sebagai tuas negosiasi utamanya, sambil menjaga tekanan agar Iran kembali ke meja perundingan.
Para analis berpendapat bahwa strategi “gencatan senjata jangka pendek plus negosiasi bertekanan tinggi” mencerminkan niat Gedung Putih untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah dengan cepat, meskipun kekacauan internal Iran dapat menjadi sumber ketidakpastian terbesar bagi keberhasilan atau kegagalan pembicaraan.
Related News
Bitcoin memantul hingga 76 ribu dolar, Trump memperpanjang gencatan senjata Iran sehingga menunda tekanan geopolitik
Perundingan Iran-AS tidak berlangsung seperti yang diharapkan, saham AS turun, harga Bitcoin bergerak dalam kisaran (sideways)
Bitcoin kembali ke 76 ribu dolar AS, Trump bersedia “langsung” berunding dengan pemimpin Iran