Perang Iran Mendorong Mata Uang Asia yang Berkembang ke Titik Terendah Ekstrem; Rupee Bisa Tembus 100, Imbal Hasil Filipina Bisa Melonjak hingga 8%

GateNews
Menurut Jin10, pasar negara Asia yang sedang berkembang menghadapi tekanan yang semakin besar dari konflik Iran, mendorong mata uang dan imbal hasil obligasi ke level yang sebelumnya dianggap tidak mungkin. Para analis memetakan skenario bearish yang lebih ekstrem seiring konflik berlanjut, termasuk rupee India melemah hingga 100 terhadap dolar AS, rupiah Indonesia turun ke 18.000, dan peso Filipina melemah ke 65. Kenaikan harga energi yang terus terjadi memperparah inflasi dan membebani ekonomi yang bergantung pada impor. Pasar obligasi juga ikut tertekan; imbal hasil acuan India dapat menguji level tertinggi pada 2022, sementara Philippine Currency Market Association memperingatkan imbal hasil bisa naik hingga 8%, level tertinggi dalam beberapa tahun.
Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar