Menurut PANews, pada 30 April, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba menyatakan bahwa kawasan Teluk yang tanpa kehadiran AS akan memiliki masa depan yang cerah. Ia mengatakan Teheran dan negara-negara tetangga Teluk memiliki takdir yang sama, serta pendekatan manajemen baru untuk Selat Hormuz akan memberi manfaat bagi kawasan tersebut. Pemimpin Tertinggi itu menambahkan bahwa keberadaan militer AS di wilayah negara-negara pesisir merupakan sumber utama ketidakamanan di area tersebut.
Related News
Situasi AS-Iran kembali memanas: harga minyak Brent menembus 115 dolar AS, Bitcoin turun menembus 76.000 dolar AS
Menteri ASEAN Memperkuat FTA, Meratifikasi Perjanjian Keamanan Petrol
Konflik geopolitik dan ekspektasi inflasi saling terkait: Iran memperingatkan balasan militer, minyak AS dan minyak Brent naik tajam