Pesan Gate News, 17 April — Perjanjian gencatan senjata 10 hari antara Lebanon dan Israel mulai berlaku pada 17 April, menandai bagian dari upaya Washington yang lebih luas untuk mencapai kesepakatan yang ditujukan guna mengakhiri konflik dengan Iran. Militer Lebanon telah memperingatkan adanya beberapa pelanggaran gencatan senjata yang sudah terjadi.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyambut perjanjian gencatan senjata tersebut, dengan menyatakan bahwa Beijing mendukung semua upaya yang kondusif untuk mengakhiri konflik. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk mempertahankan momentum gencatan senjata dan melanjutkan perundingan dengan rasa tanggung jawab, menyelesaikan perselisihan melalui jalur politik dan diplomatik.
Related News