Jaringan Komunikasi Luar Angkasa NASA (Deep Space Network) berhasil mengelola komunikasi untuk misi Artemis II, yang diluncurkan pada 1 April dan berlangsung sedikit lebih dari sembilan hari, setelah lembaga tersebut menerapkan proses koordinasi dan penjadwalan baru. Peningkatan ini menyusul tantangan selama misi Artemis I pada akhir 2022, ketika jaringan global antena komunikasi komunikasi luar angkasa kesulitan menyeimbangkan permintaan rutin dari 40 misi sains robotik dengan kebutuhan luar biasa dari kapsul luar angkasa NASA Orion yang terbang mengorbit Bulan. Pengalaman Artemis I mengurangi atau menunda downlink data dari misi sains berprofil tinggi, termasuk James Webb Space Telescope dan penjelajah Mars, karena misi yang haus data tersebut menjadi prioritas pada jaringan komunikasi NASA.
Misi Artemis I Membebani Deep Space Network pada Akhir 2022
Selama misi Artemis I pada akhir 2022, NASA mendorong Deep Space Network melampaui batasnya. Jaringan global antena komunikasi komunikasi luar angkasa tidak mampu mengimbangi permintaan rutin dari 40 misi sains robotik serta lonjakan luar biasa yang diperlukan untuk kapsul luar angkasa NASA Orion saat terbang mengitari Bulan.
Pengalaman ini mengurangi atau menunda downlink dari beberapa misi sains berprofil tinggi, termasuk James Webb Space Telescope dan penjelajah Mars. Artemis I berada di luar angkasa selama 25 hari dan meluncurkan 10 CubeSat berukuran kecil ke ruang angkasa dalam, banyak di antaranya memerlukan layanan pelacakan dan telekomunikasi dari DSN.
NASA Menerapkan Proses Koordinasi Baru Sebelum Artemis II
Ketika Artemis II diluncurkan pada 1 April, kebutuhan NASA akan data dari Orion bahkan lebih tinggi dibandingkan pada Artemis I karena kru berjumlah empat orang yang terbang di dalam pesawat ruang angkasa. Misi berlangsung sedikit lebih dari sembilan hari dan membawa lebih sedikit CubeSat dibanding Artemis I, membantu meredakan beban komunikasi yang berlebihan.
“Kami belajar banyak dari Artemis I, dan kami benar-benar menerapkan beberapa proses baru sebelum Artemis II, terutama berfokus pada koordinasi dan proses penjadwalan kami dengan semua misi, bukan hanya wahana Orion itu sendiri,” kata Greg Heckler, manajer program deputi untuk pengembangan kapabilitas di Program Komunikasi dan Navigasi Luar Angkasa NASA. “Saya pikir itu berjalan dengan baik.”
Deep Space Network menghubungkan Mission Control ke kapsul Orion saat kapsul tersebut melesat lebih dari seperempat juta mil dari Bumi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Peningkatan apa yang dilakukan NASA pada Deep Space Network sebelum Artemis II?
NASA menerapkan proses koordinasi dan penjadwalan baru sebelum Artemis II, yang berfokus pada pengelolaan kebutuhan komunikasi di seluruh misi. Greg Heckler, manajer program deputi untuk pengembangan kapabilitas di Program Komunikasi dan Navigasi Luar Angkasa NASA, menyatakan proses ini “berjalan dengan baik” selama misi.
Berapa lama misi Artemis II berlangsung dibanding Artemis I?
Artemis II berlangsung sedikit lebih dari sembilan hari, sementara Artemis I berada di luar angkasa selama 25 hari. Durasi yang lebih singkat pada Artemis II membantu meredakan beban komunikasi pada Deep Space Network meski terdapat kebutuhan data yang lebih tinggi dari kru empat astronaut di dalamnya.