CEO OpenAI Sam Altman Meminta Maaf karena Gagal Melaporkan Akun Terlarang Pihak Penembak Sekolah ke Polisi

Pesan Berita Gate, 25 April — CEO OpenAI Sam Altman meminta maaf kepada komunitas Tamborine di Kanada atas kegagalan perusahaan tersebut dalam memberi tahu polisi tentang akun terlarang yang dikaitkan dengan Jesse Van Rootselaar, yang membunuh delapan orang di sebuah sekolah pada bulan Februari sebelum mengakhiri hidupnya sendiri. OpenAI sebelumnya menyatakan bahwa mereka melarang akun Van Rootselaar tahun lalu karena pelanggaran kebijakan, tetapi insiden tersebut tidak memenuhi ambang batas internal perusahaan untuk pelaporan kepada penegak hukum.

Altman mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan wali kota Tamborine dan perdana menteri British Columbia mengenai tragedi tersebut, dengan menggambarkan penderitaan komunitas itu sebagai “tidak terbayangkan.”

Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
JustMemevip
· 04-25 09:05
yo
Balas0
skvaervip
· 04-25 08:59
Lompatlah 🚀
Lihat AsliBalas0
skvaervip
· 04-25 08:59
Lompatlah 🚀
Lihat AsliBalas0