Menurut The New York Times pada 26 Juni, OpenAI kini berencana menunda penawaran umum perdana (IPO) hingga 2027, mundur dari target awal akhir 2026. Tiga orang yang terlibat dalam diskusi internal mengungkapkan perubahan ini, dengan alasan kondisi pasar yang melemah dan menurunnya minat investor ritel.
Penurunan saham SpaceX baru-baru ini menjadi sinyal peringatan. Saham perusahaan roket tersebut turun menjadi 153 dolar AS pada 24 Juni dari puncak 202 dolar AS minggu lalu, penurunan 24% yang membuat khawatir para eksekutif OpenAI dan penasihat keuangan mereka. Volatilitas sektor teknologi yang lebih luas dan skeptisisme investor terhadap valuasi AI menambah tekanan, dengan para penasihat memperingatkan bahwa partisipasi ritel dalam IPO OpenAI kemungkinan akan tetap rendah.