Pesan Berita Gerbang, 15 April — Departemen Energi Filipina (DOE) telah mengeluarkan pengumuman yang mewajibkan perusahaan minyak dan gas untuk mengungkapkan kapasitas penyimpanan yang tersedia di depo dan terminal di seluruh negeri. Langkah ini bertujuan untuk memantau tingkat pasokan bahan bakar di tengah gangguan pasar energi global. Ketidakpatuhan dapat berakibat pada pembatalan atau penghentian izin, dan pengumuman tersebut memberi wewenang kepada Philippine National Oil Company untuk memanfaatkan fasilitas penyimpanan milik swasta guna mendukung kebutuhan perminyakan negara tersebut.
Per 10 April, persediaan bahan bakar yang tersedia di Filipina dapat bertahan hingga 50,31 hari. Pasokan LPG adalah yang paling terbatas, hanya bertahan 36 hari, dibandingkan 54 hari untuk bensin dan 48 hari untuk solar. Sekretaris DOE Sharon Garin mencatat bahwa pemerintah memerintahkan tambahan stok LPG minggu ini karena tingkat persediaan saat ini yang rendah.
Pengiriman LPG baru diperkirakan tiba pada minggu kedua hingga ketiga bulan Mei, yang akan memperkuat stok penyangga LPG negara tersebut. Pengiriman solar baru dijadwalkan tiba pada akhir minggu.
Related News