Pada 15 Juni, insinyur SpaceX Christina Li yang dikenal dengan sebutan Tina mengeluarkan pernyataan yang menanggapi maraknya informasi palsu yang beredar di berbagai platform media sosial. Media swadaya telah mengarang detail tentang dirinya, termasuk nama palsu berbahasa Tionghoa, kredensial pendidikan yang tidak benar, dan peran di SpaceX yang dilebih-lebihkan.
Menurut klarifikasinya, Tina memiliki gelar sarjana ilmu komputer dari Stanford University, lulus pada 2020, dan tidak memiliki gelar magister maupun doktor. Ia telah menjadi salah satu dari beberapa operator flight control mesin Raptor di konsol peluncuran Starship sejak penerbangan uji kedua kendaraan tersebut, serta sebelumnya bekerja pada perangkat lunak kontrol booster. Ia ditempatkan di SpaceX Starbase di Texas sejak 2020 dan saat ini bekerja sebagai insinyur di divisi Raptor Flight Operations.