Analis Memperingatkan China Bisa Diuntungkan Jika Undang-Undang CLARITY AS Gagal

BTC-0,20%

James E. Thorne, Kepala Strategi Pasar di Wellington-Altus Private Wealth, memperingatkan pada 27 Juni bahwa China bisa mendapatkan pengaruh signifikan atas standar aset digital global jika Kongres gagal mengesahkan CLARITY Act. Dalam unggahan X, Thorne berargumen bahwa perdebatan ini melampaui regulasi mata uang kripto dan menyentuh arsitektur masa depan keuangan global. Peringatan ini muncul saat keuangan digital semakin terkait dengan persaingan geopolitik antara Amerika Serikat dan China, dengan para anggota Kongres AS menghadapi tekanan apakah pasar modal Amerika akan membentuk infrastruktur keuangan generasi berikutnya atau menyerahkan posisinya kepada Beijing.

Thorne Peringatkan China Diuntungkan Jika CLARITY Act Gagal

Dalam unggahan X pada 27 Juni, Thorne menantang para kritikus yang memperkirakan CLARITY Act akan terhenti di Washington. Ia mencatat bahwa penentang sering menganggap Senator AS Elizabeth Warren dan CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon akan menang, membingkai hasil itu sebagai bijaksana dan bertanggung jawab. Thorne menyatakan, "Yang mereka lewatkan adalah bahwa pemenang sebenarnya dalam skenario itu bukanlah 'kehati-hatian,' melainkan China."

Sang ahli strategi menekankan: "Banyak kritikus saat ini mengabaikan fakta sederhana: jika AS tidak menetapkan standar di dunia kripto dan aset digital, Beijing akan lebih dari senang untuk turun tangan."

Thorne menunjuk pada preseden sejarah untuk memperkuat peringatannya. Dari transfer teknologi transistor setelah Perang Dunia II hingga pemindahan manufaktur semikonduktor secara bertahap ke luar negeri, ia menyebut bahwa Amerika Serikat, pada beberapa kesempatan, telah membiarkan keunggulan strategisnya terkikis. Dalam pandangannya, keuangan digital kini mewakili titik balik yang sebanding.

CLARITY Act Dibingkai sebagai Legislasi Struktur Pasar dan Rel Dolar

Thorne membingkai CLARITY Act bukan sebagai dukungan terhadap setiap aset kripto, melainkan sebagai keputusan penting tentang struktur pasar dan kepemimpinan keuangan. Ia menggambarkan undang-undang tersebut sebagai bagian dari persaingan yang lebih luas tentang apakah pasar modal AS akan membentuk infrastruktur keuangan generasi berikutnya.

Kepala strategi pasar mencatat: "The Clarity Act bukan tentang merestui setiap token baru; ini tentang apakah pasar modal AS dan dolar berada di pusat arsitektur keuangan berikutnya, atau berakhir beroperasi di rel yang dirancang di tempat lain."

Thorne memperingatkan bahwa standar aset digital pada akhirnya akan menentukan bagaimana token, bursa, sistem penyelesaian, dan partisipan pasar beroperasi lintas batas. Ia menyatakan bahwa keraguan di Washington dapat membuka peluang bagi China untuk mendefinisikan rel dan standar keuangan alternatif.

Trump Posisikan Mata Uang Kripto sebagai Medan Persaingan AS-China

Presiden Donald Trump berulang kali membingkai mata uang kripto sebagai medan pertempuran utama dalam persaingan teknologi AS-China yang lebih luas. Ia berargumen bahwa Amerika Serikat harus memimpin dalam aset digital atau berisiko menyerahkan posisinya kepada pesaing seperti China.

Trump telah menyatakan ambisi untuk menjadikan AS sebagai "negara adidaya Bitcoin" dan pusat global inovasi kripto, dengan menyiratkan bahwa merangkul sektor ini dapat memperkuat daya saing ekonomi sambil memperkuat peran dolar AS.

FAQ

Apa yang diperingatkan James E. Thorne pada 27 Juni? James E. Thorne, Kepala Strategi Pasar di Wellington-Altus Private Wealth, memperingatkan dalam unggahan X pada 27 Juni bahwa China bisa mendapatkan pengaruh signifikan atas standar aset digital global jika Kongres gagal mengesahkan CLARITY Act. Ia berargumen bahwa perdebatan ini melampaui regulasi mata uang kripto dan menyentuh arsitektur masa depan keuangan global.

Bagaimana Thorne menggambarkan CLARITY Act? Thorne membingkai CLARITY Act bukan sebagai dukungan terhadap setiap aset kripto, melainkan sebagai keputusan penting tentang struktur pasar dan kepemimpinan keuangan. Ia menyatakan: "The Clarity Act bukan tentang merestui setiap token baru; ini tentang apakah pasar modal AS dan dolar berada di pusat arsitektur keuangan berikutnya, atau berakhir beroperasi di rel yang dirancang di tempat lain."

Apa yang dikatakan Presiden Trump tentang mata uang kripto dan persaingan AS-China? Presiden Donald Trump berulang kali membingkai mata uang kripto sebagai medan pertempuran utama dalam persaingan teknologi AS-China yang lebih luas. Ia telah menyatakan ambisi untuk menjadikan AS sebagai "negara adidaya Bitcoin" dan pusat global inovasi kripto, dengan berargumen bahwa Amerika Serikat harus memimpin dalam aset digital atau berisiko menyerahkan posisinya kepada pesaing seperti China.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar