Pesan Berita Gate, 23 April — Saham Tesla turun setelah pengumuman laporan keuangan perusahaan pada 16 April, karena investor merespons rencana belanja modal yang lebih tinggi dari perkiraan. Perusahaan menaikkan target capex untuk setahun penuh menjadi $25 miliar dari sebelumnya $20 miliar, sehingga kekhawatiran tentang lemahnya arus kas dan potensi arus kas bebas negatif kembali mengemuka pada tahun ini.
Meski terjadi penurunan, sentimen pasar tetap tangguh karena meningkatnya spekulasi terkait kemungkinan merger antara Tesla dan SpaceX. SpaceX diperkirakan akan go public pada akhir tahun ini dengan valuasi mendekati $2 triliun. Analis Wall Street mencatat bahwa IPO SpaceX dan rumor merger kini dapat lebih mendominasi dinamika perdagangan Tesla dibandingkan fundamental laba per kuartal.
Dalam panggilan pendapatan Tesla, CEO Elon Musk mengakui kompleksitas penggabungan kedua perusahaan, dengan menyatakan bahwa kesepakatan apa pun memerlukan persetujuan dari kedua dewan serta penyelesaian konflik. Musk mencatat bahwa merger seperti itu perlu menyeimbangkan kepentingan pemegang saham Tesla dan SpaceX. Analis Baird menyarankan bahwa kabar utama terkait pencatatan publik SpaceX bisa secara signifikan mendorong saham Tesla dalam jangka pendek.
Dari sisi operasional, segmen penyimpanan energi Tesla menunjukkan kelemahan. Perusahaan menempatkan 8,8 gigawatt-jam penyimpanan pada kuartal pertama, turun 38% berurutan dari Q4 2025. Pendapatan penyimpanan energi mencapai $2,41 miliar, di bawah ekspektasi analis sebesar $3,28 miliar dan turun 37,2% dari kuartal sebelumnya serta 11,8% year-over-year. Meski ada kekhawatiran, latar belakang pasar yang lebih luas tetap mendukung, dengan hampir 80% perusahaan S&P 500 mengalahkan estimasi laba dan perdagangan terkait AI kembali menguat.