Menurut Axios, pengadilan AS semakin menerima percakapan chatbot AI sebagai bukti yang dapat diterima dalam proses hukum. Dalam gugatan Musk v. OpenAI, catatan harian pribadi Presiden OpenAI Greg Brockman diungkapkan sebagai bukti. Pada Februari, seorang hakim federal memutuskan bahwa percakapan latihan seorang pria dengan Claude untuk persiapan bertemu pengacaranya dapat digunakan sebagai bukti kriminal yang memberatkan dirinya. Rekaman obrolan chatbot AI juga muncul sebagai bukti dalam kasus pembunuhan di Florida dan kasus pembakaran berlatar kebencian di Los Angeles.
Para ahli hukum memperingatkan bahwa catatan chatbot AI menimbulkan risiko yang lebih besar dibandingkan catatan harian pribadi. Tidak seperti entri buku harian satu arah, model AI dirancang untuk memancing percakapan panjang, berpotensi mendorong pengguna mengungkap detail yang sebetulnya tidak akan mereka dokumentasikan. Ditambah dengan stempel waktu interaksi yang presisi, catatan ini dapat membangun niat subjektif pengguna pada momen tertentu.