Menurut laporan yang dikumpulkan oleh Jin10 pada 27 Juni, militer AS menyerang target-target Iran di wilayah Sirch selatan. Garda Revolusi Iran menyatakan mereka berhasil memukul mundur serangan tersebut dan berjanji akan melakukan pembalasan yang cepat dan tegas. Komando pusat militer Iran memperingatkan bahwa jika AS tidak bisa menahan Israel, Iran tidak akan menoleransi ancaman apa pun dan berhak untuk merespons.
Sementara itu, ketegangan terus berlanjut di seputar Selat Hormuz, di mana Angkatan Laut Garda Revolusi Iran memaksa tiga kapal tanker minyak asing untuk berbalik arah setelah mereka mencoba melakukan transit tanpa izin. Menurut media Iran, AS dan Iran telah membangun saluran komunikasi untuk menghindari konflik militer. Negosiasi tingkat teknis antara kedua negara dijadwalkan pada 28-29 Juni.