Bithumb secara keliru mengkreditkan 2.000 BTC kepada pengguna alih-alih hadiah kecil, memicu penjualan cepat dan penurunan harga tajam di bursa.
Sebuah kesalahan internal yang dilaporkan di bursa kripto berbasis Korea Selatan, Bithumb, menyebabkan gangguan pasar yang tak terduga setelah pengguna menerima Bitcoin secara keliru.
Alih-alih membayar hadiah kecil, bursa dilaporkan mendistribusikan 2.000 BTC ke ratusan akun. Insiden ini menyebabkan penurunan harga tajam di platform dan menimbulkan kekhawatiran tentang kontrol bursa dan sistem akuntansi internal.
Menurut beberapa laporan media, insiden ini dimulai selama proses pembayaran hadiah rutin.
Seorang staf dilaporkan ditugaskan untuk mengeluarkan hadiah acak senilai 2.000 won Korea Selatan. Nilai hadiah yang dimaksud sekitar $1,50 pada saat itu.
BITHUMB TANPA SENGAJA MENGIRIM 2000 BTC KE PENGGUNA YANG SEGERA MENJUAL DI PASAR
Kesalahan operasional besar di bursa kripto Korea Selatan, Bithumb, dilaporkan menyebabkan distribusi tidak sengaja 2.000 BTC ($130 juta) alih-alih 2.000 KRW ($1,50) sebagai pembayaran hadiah.
Menurut… pic.twitter.com/GonGPdJ97r
— Bitcoin News (@BitcoinNewsCom) 6 Februari 2026
Unit tersebut diduga dimasukkan secara keliru selama proses. Bitcoin dipilih alih-alih mata uang lokal.
Akibatnya, pengguna menerima Bitcoin bukan hadiah fiat kecil. Kesalahan ini tidak terdeteksi sampai distribusi selesai.
Jumlah total yang dikirim dilaporkan sekitar 2.000 BTC. Dengan harga pasar saat ini, nilainya mendekati $130 juta.
Bitcoin dikreditkan ke saldo pengguna di buku besar bursa.
Pengguna yang menerima Bitcoin tak terduga dilaporkan menjual aset tersebut segera setelah menerimanya.
Aktivitas penjualan terjadi dalam hitungan menit setelah kredit muncul di akun. Ini menyebabkan tekanan jual yang besar di bursa.
Harga Bitcoin di Bithumb turun lebih dari 10% di bawah tingkat pasar global. Penurunan ini terbatas pada bursa dan tidak mencerminkan harga pasar yang lebih luas.
Aktivitas arbitrase kemudian membantu menyempurnakan celah tersebut.
Harga stabil setelah bursa dilaporkan membekukan akun yang terdampak. Kondisi perdagangan kembali mendekati normal setelah tindakan korektif diambil.
Tidak ada laporan Bitcoin meninggalkan dompet bursa selama kejadian tersebut.
Baca Juga: Batas Kepemilikan Crypto Berani Korea: Apa Artinya
Data blockchain tidak menunjukkan transfer on-chain yang sesuai sebanyak 2.000 BTC. Laporan menyebutkan masalah ini terbatas pada catatan akuntansi internal.
Saldo yang dikreditkan merupakan bagian dari sistem buku besar off-chain bursa.
Struktur ini memungkinkan bursa mengelola saldo tanpa penyelesaian langsung di blockchain.
Meskipun umum di platform terpusat, sistem semacam ini bergantung pada kontrol internal yang ketat. Kesalahan tetap dapat mempengaruhi aktivitas perdagangan meskipun tanpa pergerakan di on-chain.
Insiden ini menarik perhatian terhadap risiko operasional yang terkait dengan bursa terpusat. Bahkan tanpa transaksi blockchain, kesalahan internal dapat mempengaruhi harga pasar.
Peristiwa ini terjadi meskipun ada upaya berkelanjutan di seluruh industri untuk meningkatkan perlindungan dan kontrol.