Acko, sebuah perusahaan asuransi online berbasis di Bengaluru, berencana untuk secara rahasia mengajukan penawaran umum perdana (IPO) pada Juni 2026 untuk menghimpun sekitar US$250 juta pada valuasi antara US$2 miliar dan US$2.5 miliar, menurut The Economic Times. Morgan Stanley, Kotak Securities, dan ICICI Securities telah ditunjuk sebagai manajer penjamin emisi utama (book-running lead managers) untuk penawaran tersebut.
Perusahaan melaporkan pendapatan sebesar 28.9 miliar rupees (US$306 juta) untuk FY25, dengan rugi bersih 4.2 miliar rupees (US$45 juta), membaik dibanding rugi bersih 6.7 miliar rupees (US$71.1 juta) pada tahun sebelumnya. Pendukung Acko mencakup General Atlantic, Multiples PE, Accel, Elevation Capital, dan CPP Investments, yang secara kolektif telah berinvestasi lebih dari US$583 juta di perusahaan tersebut.
Acko didirikan oleh Varun Dua dan memperoleh lisensi pada 2017. Perusahaan asuransi menjual polis umum, kesehatan, dan jiwa secara online.
Strategi pertumbuhan Acko berpusat pada menghindari perantara tradisional seperti agen dan bank, menjaga proses penjualan tetap di dalam perusahaan, serta menghindari komisi perantara. Perusahaan menjual langsung kepada pelanggan dan menempatkan produknya di dalam platform digital besar untuk memperluas jangkauan. Menurut sumber, Acko telah menyematkan produknya di Amazon Pay untuk asuransi kendaraan dan PhonePe untuk penjualan polis di dalam aplikasi.
IPO yang direncanakan akan menguji apakah investor di pasar publik akan mendukung perusahaan asuransi yang didanai ventura dan yang masih berupaya menuju profitabilitas. Investor kemungkinan akan mencermati apakah biaya perolehan pelanggan perusahaan, yang sangat bergantung pada pemasaran digital, dapat tetap berkelanjutan dari waktu ke waktu. Jika pencatatan berhasil, hal itu dapat memperkuat kelayakan model asuransi langsung ke konsumen dan asuransi yang terintegrasi (embedded insurance) untuk perusahaan asuransi lain yang berfokus pada teknologi, selaras dengan pergeseran yang lebih luas di sektor asuransi menuju kanal distribusi digital.