Fasilitas Ekspor LNG Australia Menghadapi Aksi Buruh Mulai 15 Mei

GateNews
MAY0,78%
UNION3,33%
NG1,43%
AT0,85%

Menurut serikat Offshore Alliance, fasilitas ekspor gas alam cair (LNG) Australia menghadapi risiko aksi tenaga kerja mulai minggu ini. Sengketa antara serikat dan kontraktor UGL Limited terkait upah dan kondisi kerja diperkirakan memicu aksi di pabrik gas Karratha dan fasilitas Pluto milik Woodside Energy mulai 15 Mei.

Terpisah, pekerja di proyek Ichthys milik Inpex berencana mogok kecuali pertemuan perundingan bersama final sebelum Komisi Fair Work pada 16 Mei menghasilkan kesepakatan. Aksi tenaga kerja ini menimbulkan risiko pasokan tambahan bagi pembeli Asia yang sudah menghadapi gangguan akibat kekurangan pasokan dari Timur Tengah.

Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar