Menurut serikat Offshore Alliance, fasilitas ekspor gas alam cair (LNG) Australia menghadapi risiko aksi tenaga kerja mulai minggu ini. Sengketa antara serikat dan kontraktor UGL Limited terkait upah dan kondisi kerja diperkirakan memicu aksi di pabrik gas Karratha dan fasilitas Pluto milik Woodside Energy mulai 15 Mei.
Terpisah, pekerja di proyek Ichthys milik Inpex berencana mogok kecuali pertemuan perundingan bersama final sebelum Komisi Fair Work pada 16 Mei menghasilkan kesepakatan. Aksi tenaga kerja ini menimbulkan risiko pasokan tambahan bagi pembeli Asia yang sudah menghadapi gangguan akibat kekurangan pasokan dari Timur Tengah.
Related News
Pemogokan Samsung, apakah produsen memori China akan diuntungkan? Analis menilai peluang pertumbuhan Yangtze Memory (Yangtze Storage) dan CXMT pada 2026
Oriental Securities Menambahkan 115% "Instant Liquidation Line" ke Perdagangan Margin
Siklus makro mulai: bagaimana kebuntuan AS-Iran dan harga minyak menembus 100 memengaruhi penetapan harga Bitcoin?