Menurut data UBS yang dilaporkan oleh The Economist, kebutuhan ruang kantor perusahaan-perusahaan AI di China mencapai 3 kali lipat dari level bulan Maret tahun lalu. Menyusul lonjakan DeepSeek dan transformasi AI Alibaba, tingkat kekosongan kantor di pusat-pusat teknologi seperti Hangzhou dan Shenzhen turun tajam dari 30% pada akhir 2025 menjadi sekitar 20%.
Keputusan pengadilan di Hangzhou pada akhir April juga turut mendorong permintaan ruang kantor, karena pengadilan memutuskan bahwa perusahaan tidak dapat langsung menggunakan AI untuk menggantikan karyawan. Selain itu, ekspansi perusahaan-perusahaan AI telah meningkatkan permintaan ruang kantor dari firma akuntansi, firma konsultan, dan firma hukum.
Related News
Laporan Epoch AI: Pendapatan per kapita Anthropic 9 juta dolar AS, lebih tinggi dari OpenAI lebih dari 60%
Lowongan Pekerjaan AI Naik 50% saat Perang Bakat Asia Mengubah Lanskap Ketenagakerjaan
Tur langsung ke lab AI Tiongkok: peneliti mengungkap “kesenjangan chip dan data” sebagai kunci perbedaan antara AS dan Tiongkok