Emas Kembali ke Fundamentanya Saat Penyesuaian Likuiditas Mulai Mereda

LucasBennett
XCU2,55%
XAU1,54%

Prospek Pasar Emas: Dari Lonjakan Likuiditas ke Pendorong Fundamental

CITIC Securities merilis laporan riset yang menganalisis dinamika harga emas hingga 2025–2026, menyimpulkan bahwa meski emas tetap stabil di 2026 setelah lonjakannya pada 2025, logam mulia tersebut melemah relatif terhadap aset lain seperti saham, tembaga, dan minyak. Menurut laporan tersebut, konflik AS-Iran memicu pergeseran dinamika pasar dengan memengaruhi ekspektasi inflasi, sehingga penetapan harga likuiditas berlebih yang telah mendorong harga emas naik sejak September mulai surut. Seiring penarikan kembali penetapan harga likuiditas, emas diperkirakan kembali pada pendorong fundamentalnya: restrukturisasi arus pesanan dan de-dolarisasi, yang keduanya menjadi katalis bagi pembelian emas bank sentral.

Penetapan Ulang Likuiditas dan Dinamika Pasar

Analisis CITIC Securities mengidentifikasi penetapan harga likuiditas sebagai pendorong utama kenaikan tajam harga emas sejak September. Laporan tersebut mencatat bahwa ketegangan geopolitik—khususnya konflik AS-Iran—mengganggu dinamika ini dengan memengaruhi ekspektasi inflasi dan memicu penurunan penilaian berbasis likuiditas. Dengan penetapan harga likuiditas berlebih yang tersapu oleh konflik, laporan tersebut menyarankan bahwa kenaikan harga emas di masa depan mungkin berlangsung dengan laju yang lebih bertahap.

Pendorong Fundamental: Tatanan Geopolitik dan De-Dolarisasi

Di luar dinamika likuiditas jangka pendek, CITIC Securities mengidentifikasi dua faktor struktural yang mendukung nilai fundamental emas: restrukturisasi arus pesanan dan tren de-dolarisasi. Laporan tersebut membuat perbandingan dengan konflik Rusia-Ukraina, yang dikarakterisikannya sebagai “membuka paksa tatanan global lama”, yang menunjukkan bahwa kompetisi geopolitik terus bergerak maju. Dinamika ini diperkirakan dapat mempertahankan permintaan bank sentral terhadap emas karena negara-negara berupaya mengurangi ketergantungan dolar dan menata ulang cadangan seiring perubahan tatanan global.

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa meski fundamental emas tetap kuat, penetapan ulang likuiditas berlebih mengisyaratkan bahwa arah apresiasi harga emas ke depan akan lebih terukur.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar