Berdasarkan data pasar yang dihimpun oleh Jin10 Futures, pemerintah India baru-baru ini mengumumkan kenaikan tarif impor yang signifikan untuk emas dan perak dari 6% menjadi 15%, serta memberlakukan pembatasan pada impor emas bebas bea. Langkah ini memicu tekanan jual yang meluas di pasar perak. Sementara itu, penjualan ritel AS bulan April naik 0,5% secara bulanan seiring inflasi yang berakselerasi, mendorong nada yang lebih hawkish dari pejabat Federal Reserve dan membuat dolar AS serta imbal hasil Treasury meningkat, sehingga menambah tekanan ke bawah pada logam mulia.
Data menunjukkan bahwa ETF perak terbesar di dunia mengalami kenaikan kepemilikan sebesar 59,1 ton menjadi 15.222,81 ton dalam sesi-sesi terbaru, yang mencerminkan penataan ulang posisi investor di tengah meningkatnya volatilitas pasar.
Related News
Aktivitas Burn Shiba Inu Menghapus Jutaan Saat Permintaan SHIB Meningkat
Aktivitas Pemusnahan Shiba Inu Menghapus Jutaan Saat Permintaan SHIB Meningkat
Aktivitas Burn Shiba Inu Menghapus Jutaan Saat Permintaan SHIB Meningkat