Menurut BusinessWorld, bank sentral Filipina memperingatkan publik pada 9 Mei untuk tidak melakukan perdagangan dengan penyedia layanan aset virtual (VASPs) yang tidak berwenang, dengan alasan risiko penipuan, pelanggaran keamanan, dan kegagalan operasional yang dapat menyebabkan kehilangan dana. Bank sentral mengidentifikasi risiko tambahan seperti tidak adanya upaya hukum, tidak tersedianya mekanisme perlindungan konsumen, kualitas layanan yang buruk, iklan yang menyesatkan, penanganan kunci privat yang tidak tepat, insiden siber, serta masalah privasi data. Bank berjanji untuk terus berkolaborasi dengan Komisi Sekuritas dan Bursa (Securities and Exchange Commission) serta Komisi Telekomunikasi Nasional (National Telecommunications Commission) guna membatasi akses pengguna Filipina ke platform VASP yang tidak berwenang.
Related News
Estonia mengeluarkan peringatan kepada investor terhadap Zondacrypto, menuduh pelanggaran ketentuan MiCA
Departemen Pertahanan AS merilis 161 dokumen alien, meme coin UFO Solana melonjak tajam
Korea Selatan mengesahkan amandemen Undang-Undang tentang Perdagangan Valuta Asing, pemindahan aset kripto lintas negara dimasukkan dalam pengawasan valuta asing