Pembuka
Delapan manajer aset Korea Selatan — Samsung Asset Management, Mirae Asset, Korea Investment, KB, Shinhan, Hanwha, Kiwoom, dan Hanwha — meluncurkan 16 produk exchange-traded fund (ETF) leveraged dan inverse yang melacak Samsung Electronics dan SK Hynix pada 27 Mei 2024. Pada penutupan perdagangan 28 Mei, total aset kelolaan (AUM) gabungan dari produk-produk tersebut mencapai 5,02 triliun won (sekitar $3,36 miliar atau 22,7 miliar yuan), dengan volume perdagangan total pada 28 Mei saja mencapai 9,62 triliun won. Peluncuran ini mengikuti dua putaran panduan regulasi yang dikeluarkan otoritas keuangan Korea pada 15 Mei dan 25 Mei, yang menekankan perbedaan struktural antara ETF leveraged dan dana konvensional, serta memperingatkan bahwa batas harga harian saham tunggal sebesar 30 persen secara teoretis setara dengan kerugian maksimum 60 persen untuk produk dengan leverage 2x. Divisi sales and trading Goldman Sachs menerbitkan laporan yang menyoroti bahwa mekanisme rebalancing harian bawaan dari produk-produk ini memaksa dana untuk “membeli saat reli dan menjual saat turun,” sebuah dinamika yang digambarkan bank itu sebagai “akselerator” volatilitas pasar.
Hari Peluncuran: Aliran Masuk Rekor dan Puncak Sepanjang Masa
Pada 27 Mei 2024, 16 produk — terdiri dari ETF leveraged 2x dan inverse — memulai debutnya di pasar saham Korea. Menurut Bloomberg, Goldman Sachs melaporkan AUM hari pertama mencapai 4,3 triliun won (sekitar $2,876 miliar atau 19,493 miliar yuan). Indeks KOSPI ditutup pada 8.228,70 poin, naik 2,25 persen, sekaligus menandai rekor tertinggi sepanjang masa. Samsung Electronics naik 2,68 persen, sementara SK Hynix melonjak 9,31 persen, mendorong kapitalisasinya melampaui $1 triliun dan menjadikannya perusahaan Korea Selatan kedua yang bergabung dengan “kelompok triliun dolar” setelah Samsung Electronics.
Volatilitas Hari Kedua dan Permintaan Ritel
Pada 28 Mei 2024, indeks KOSPI turun hingga 4,7 persen secara intraday sebelum akhirnya ditutup melemah 0,53 persen. Samsung Electronics turun 2,44 persen, sedangkan SK Hynix naik 2,05 persen. Meski kinerja berbeda, investor ritel tetap mengalirkan dana ke produk-produk leveraged. Data dari Yonhap News Agency menunjukkan bahwa investor individu membeli bersih 367,7 miliar won dari ETF “KODEX SK Hynix Leveraged” dan 349,6 miliar won dari ETF “TIGER SK Hynix Leveraged,” masing-masing menempati peringkat ketiga dan keempat di seluruh efek yang diperdagangkan pada hari itu — hanya di belakang saham Samsung Electronics dan SK Hynix sendiri. Bahkan produk leveraged yang terkait dengan pelemahan Samsung Electronics mencatat arus masuk bersih lebih dari 100 miliar won masing-masing.
Goldman Sachs Memperingatkan Risiko Struktural
Dalam laporan yang diterbitkan divisi sales and trading-nya, Goldman Sachs menguraikan perilaku perdagangan mekanis yang tertanam dalam ETF leveraged. Untuk mempertahankan eksposur harian 2x atau inverse 1x, dana-dana ini harus melakukan rebalancing kepemilikan di akhir setiap sesi perdagangan. Proses ini memaksa manajer meningkatkan posisi setelah kenaikan dan menurunkan eksposur setelah kerugian — pola yang secara tegas diberi label Goldman Sachs sebagai “akselerator” volatilitas pasar. Bank itu memperingatkan bahwa ketika tren berlanjut, arus rebalancing dapat memperkuat reli, namun ketika pasar berbalik, penjualan paksa dapat memperbesar penurunan secara tajam. Laporan tersebut juga mencatat bahwa mekanisme reset harian menimbulkan kerugian berlipat ganda di pasar yang bergerak naik-turun, menggerus pokok dari waktu ke waktu.
Panduan Regulasi tentang Penguatan Leverage
Otoritas keuangan Korea mengeluarkan panduan investasi pada 15 Mei dan 25 Mei 2024, yang menekankan bahwa ETF leveraged berbeda secara mendasar dari dana standar. Dengan leverage 2x, batas harga harian 30 persen pada saham individual bertranslasi menjadi kerugian harian tunggal maksimum teoritis sebesar 60 persen bagi pemegang produk-produk ini. Otoritas menyoroti bahwa efek penguatan berlaku untuk keuntungan maupun kerugian, dan bahwa efek penggandaan selama beberapa sesi dapat membuat imbal hasil menyimpang jauh dari kinerja aset acuan yang hanya dua kali lipat.
Konsentrasi Pasar dan Kekhawatiran Sistemik
Laporan Goldman Sachs menegaskan risiko struktural yang lebih luas: Samsung Electronics dan SK Hynix kini menyumbang sekitar 50 persen dari bobot total indeks KOSPI. Bank itu menyatakan, “Setiap guncangan spesifik sektor pada semikonduktor kini akan diperkuat dua kali melalui penjualan mekanis yang dihasilkan oleh dana-dana multi-miliar dolar ini, berpotensi memicu ketidakstabilan yang lebih luas pada level indeks.” Konsentrasi modal pada produk-produk leveraged yang terkait dengan dua saham memunculkan kekhawatiran tentang adanya umpan balik (feedback loop) selama periode tekanan sektor.
Perdagangan Awal pada 29 Mei
Pada 29 Mei 2024, pasar Korea dibuka lebih tinggi. Sampai waktu publikasi, indeks KOSPI naik lebih dari 2 persen, Samsung Electronics naik lebih dari 4 persen, dan SK Hynix naik lebih dari 1 persen.