Sungrow Power Supply (300274.SZ), produsen terkemuka perangkat tenaga surya dan penyimpanan energi, menandatangani perjanjian pada 21 Mei dengan Masdar, perusahaan energi terbarukan internasional, untuk memasok 7,5GWh sistem penyimpanan energi PowerTitan 3.0 berpendingin cair dan 2,6GW inverter tenaga surya untuk proyek RTC (Round-The-Clock) 1 Plant (North) milik UAE. Kontrak ini menandai perluasan besar kehadiran Sungrow di pasar Timur Tengah, setelah proyek 7,8GWh bersama ALGIHAZ dari Arab Saudi pada 2024. Proyek RTC digambarkan sebagai proyek energi terbarukan round-the-clock skala gigawatt pertama di dunia dan penempatan baterai sel 684Ah tersusun terbesar secara global.
Teknologi PowerTitan 3.0 dan Spesifikasi Proyek
Sistem PowerTitan 3.0 milik Sungrow menggunakan arsitektur penyimpanan AC dengan kabinet pendingin cair terintegrasi, sehingga menghilangkan risiko arus searah melalui pencegahan korsleting internal. Sistem ini memakai manajemen tingkat klaster untuk mencegah kegagalan berantai antar-unit, sehingga meningkatkan ketersediaan sistem secara keseluruhan. Proyek ini akan menempatkan 3,44 juta sel baterai tersusun 684Ah dengan peningkatan kepadatan energi lebih dari 10 persen, sehingga menurunkan investasi awal stasiun. Sistem dirancang agar beroperasi terus-menerus dengan siklus pengisian 8 jam dan pelepasan 16 jam. Setelah sambungan ke jaringan pada 2027, proyek ini diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon sekitar 5,7 juta ton per tahun, mendukung strategi energi UAE 2050.
Ekspansi Pasar Timur Tengah Sungrow
Operasi Sungrow di Timur Tengah dimulai pada 2022 melalui memorandum kesepahaman dengan ACWA Power Arab Saudi untuk proyek NEOM, dengan pasokan penyimpanan energi 536MW/600MWh. Pada Mei 2024, Sungrow menandatangani perjanjian pasokan dengan Larsen & Toubro untuk kompleks resor mewah Amaala di Arab Saudi, menyediakan inverter tenaga surya 165MW dan penyimpanan energi 160MW/760MWh. Pada Juli 2024, Sungrow mengontrak ALGIHAZ untuk proyek 7,8GWh, yang mencapai sambungan penuh kapasitas ke jaringan pada akhir 2025, menjadi proyek penyimpanan energi terhubung ke jaringan terbesar di dunia.
Didorong oleh proyek-proyek besar di Timur Tengah, pendapatan luar negeri Sungrow melebihi 60 persen untuk pertama kalinya pada 2025. ALGIHAZ menjadi pelanggan terbesar Sungrow pada 2024, menghasilkan penjualan lebih dari 4 miliar yuan, setara dengan 4,50 persen dari total penjualan tahunan.
Gambaran Umum Proyek RTC dan Peran Masdar
Masdar, perusahaan energi terbarukan yang didukung pemerintah UAE dan didirikan pada 2006, memimpin proyek RTC di area Mshayrif, Abu Dhabi, bekerja sama dengan UAE Water and Electricity Company. Proyek RTC disebut sebagai instalasi surya-penyimpanan terbesar di dunia, dengan kapasitas tenaga surya 5,2GW dipasangkan dengan penyimpanan baterai 19GWh, yang menjadi tonggak bagi transisi energi UAE.
Pemasok Tiongkok dalam Proyek RTC
Berbagai perusahaan Tiongkok ikut berpartisipasi dalam proyek RTC. Pada Januari 2025, Masdar memilih CATL (300750.SZ/03750.HK) sebagai pemasok sistem penyimpanan energi baterai pilihan, dengan CATL menyediakan sistem penyimpanan baterai Tian Heng, meski belum ada kontrak pasokan formal yang ditandatangani dan dipublikasikan secara resmi. Pada Januari 2025 juga, Longi Green Energy (688223.SH) ditunjuk sebagai pemasok komponen tenaga surya pilihan; pada April 2025, Longi secara formal menandatangani perjanjian pasokan modul surya efisiensi tinggi 2GW untuk menyediakan komponen Tiger Neo.
China State Construction Engineering (601669.SH) dan Larsen & Toubro dari India bertindak sebagai kontraktor rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC). Proyek RTC dibagi menjadi bagian utara dan selatan, dengan China State Construction bertanggung jawab untuk blok utara, yang mencakup kapasitas surya arus searah 2,1GW dan penyimpanan energi 7,75GWh. Pada Maret 2025, China State Construction secara formal menandatangani kontrak EPC senilai sekitar 139,62 miliar yuan.
Lonjakan Ekspor Penyimpanan Energi Tiongkok
Keberhasilan beruntun Sungrow di Timur Tengah mencerminkan tren yang lebih luas di sektor ekspor penyimpanan energi Tiongkok. Menurut basis data industri dari China Energy Storage Application Alliance, perusahaan-perusahaan Tiongkok mengantongi 124 pesanan penyimpanan energi senilai total 104,63GWh pada kuartal pertama 2026. Pesanan mencakup Eropa, Afrika, Timur Tengah, Asia Tenggara, Amerika, dan Australia.
Timur Tengah tetap menjadi pasar strategis bagi perusahaan penyimpanan energi Tiongkok meski kerumitan regional. Wilayah ini menerima rata-rata radiasi surya tahunan lebih dari 2.000 kilowatt-jam per meter persegi, sehingga menjadi salah satu area sumber daya surya terbaik di dunia. Visi 2030 Arab Saudi dan Strategi Energi 2050 UAE mendorong pembangunan basis energi terbarukan skala besar. Infrastruktur jaringan lokal yang lemah sering kali memerlukan rasio penyimpanan energi yang tinggi untuk proyek energi terbarukan baru, sehingga menciptakan permintaan besar untuk sistem penyimpanan skala besar.