Berita Gate, 27 April — Minyak mentah Brent naik melewati $108 per barel sementara minyak mentah WTI ( West Texas Intermediate, tolok ukur AS) melonjak melewati $96 dalam perdagangan yang volatil karena Selat Hormuz tetap efektif tertutup. Kenaikan harga mencerminkan gangguan pasokan yang segera terjadi serta diplomasi yang mandek di antara Amerika Serikat dan Iran.
Presiden AS Donald Trump menginstruksikan agar negosiator menunda pembahasan, sehingga Presiden Iran Masoud Pezeshkian menolak terlibat di bawah kondisi yang ia sebut mengancam dan blokade. Namun, Iran mengajukan proposal baru melalui perantara dari Pakistan yang menyarankan gencatan senjata diperpanjang dan penundaan pembicaraan nuklir hingga blokade dicabut. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan perjalanan ke Rusia untuk berbicara dengan Vladimir Putin, menandakan upaya membangun dukungan internasional. Konflik kini telah memasuki minggu kesembilan, dengan Badan Energi Internasional menggambarkannya sebagai guncangan pasokan energi terbesar yang pernah terjadi.
Pasar minyak tetap berfokus pada dua perkembangan utama: kondisi pengiriman di Selat Hormuz dan setiap perubahan dalam nada diplomatik. Para trader terus memantau komunikasi perantara antara kedua pihak, meski keterlibatan langsung tetap terbatas. Harga minyak mentah yang lebih tinggi sedang meresap ke ekspektasi inflasi secara global, memunculkan kekhawatiran mengenai dampak terhadap pertumbuhan ekonomi.
Related News
Apakah langkah terakhir Powell? Konflik di Timur Tengah mendorong inflasi, The Fed minggu ini diperkirakan akan tetap tidak berubah
Sanksi AS Terhadap Dompet Kripto Terkait Iran yang Memegang $344M Dibekukan oleh Tether
Sanksi AS Menargetkan Dompet Kripto yang Terhubung dengan Iran, Tether Membekukan $344M USDT