Menurut Washington Post, AS dan Iran mencapai kesepakatan atas kerangka memorandum of understanding pada 24 Mei untuk sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz dalam 30 hari setelah pembersihan ranjau, dengan mengutip seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya.
Kerangka tersebut mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari bagi kedua belah pihak untuk menegosiasikan perjanjian permanen guna mengakhiri konflik di Iran, serta komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Namun, tidak ada perjanjian formal yang ditandatangani hingga 24 Mei, dengan pembahasan mengenai mekanisme implementasi yang akan berlanjut selama dua bulan ke depan.