Menurut Axios, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada 20 Mei menyampaikan pesan kepada rakyat Kuba melalui video pada Hari Kemerdekaan mereka, menandai pidato langsung pertamanya kepada warga Kuba sejak ia menjabat. Rubio mengkritik pemerintah Kuba karena menggelapkan miliaran dolar yang seharusnya digunakan untuk mengatasi kelangkaan listrik, bahan bakar, dan makanan. Ia menyatakan bahwa pemerintahan Trump berkomitmen untuk membangun hubungan baru dengan Kuba secara langsung bersama rakyatnya, serta mengumumkan bantuan makanan dan obat senilai 100 juta dolar AS yang akan didistribusikan oleh Gereja Katolik atau organisasi amal tepercaya lainnya.
Pemerintah Kuba menyatakan bahwa kesulitan ekonomi negara itu disebabkan oleh embargo AS yang sudah lama berlangsung, sanksi baru dari pemerintahan Trump, serta hilangnya pasokan minyak gratis yang sebelumnya diberikan oleh Venezuela.