Berita Gate, 21 April — Zibianliang (自变量), sebuah perusahaan robotika asal Tiongkok, mengadakan konferensi pers pada 21 April untuk meluncurkan model fondasi embodied AI generasi terbarunya, WALL-B. Perusahaan tersebut mengumumkan bahwa robot yang ditenagai oleh WALL-B akan masuk ke rumah tangga nyata dalam 35 hari.
Menurut pendiri sekaligus CTO Zibianliang Wang Hao, WALL-B dibangun dengan arsitektur World Unified Model (WUM), yang dirancang untuk menghilangkan hilangnya data di antara modul-modul yang terpisah. Berbeda dengan model vision-language-action (VLA) tradisional, di mana modul visual, bahasa, dan gerak berjalan secara independen—sehingga menimbulkan hilangnya informasi pada setiap perpindahan data—WALL-B mengintegrasikan kapabilitas visi, bahasa, aksi, dan prediksi fisik ke dalam satu jaringan terpadu yang dilatih bersama dari nol. Wang menekankan bahwa world model bukanlah modul plug-in yang terpisah, melainkan kapabilitas prediktif untuk keadaan masa depan dunia fisik.
Gagasan inti perusahaan berpusat pada kualitas data: Wang Hao membedakan antara “data sugar water” (clean, stable, predictable lab data) dan “data milk” (messy, uncontrollable, real-world household data). Saat dilatih dengan data lab, model menghasilkan kemampuan generalisasi zero-shot yang kurang; sementara data rumah tangga nyata—meski mahal dan memakan waktu untuk dikumpulkan—memungkinkan generalisasi yang sesungguhnya. Untuk tujuan ini, Zibianliang telah masuk ke lebih dari 100 rumah sukarelawan untuk melatih WALL-B.
CEO Wang Qian menyatakan bahwa robot dapat melakukan tugas apa pun yang secara fisik memungkinkan setelah dideploy di rumah, tanpa perlu pertimbangan terlebih dahulu atas keterbatasan. Ia menyoroti bahwa keunggulan kompetitif tidak berasal dari algoritma atau perangkat keras, melainkan dari ekosistem rekayasa yang lengkap—mulai dari definisi data, pengumpulan, pemrosesan, hingga evaluasi pelatihan. Dalam bidang robotika, jendela kepemimpinan teknologi seperti itu bisa berlangsung tiga tahun atau lebih. Perlu dicatat, Zibianliang baru saja menyelesaikan putaran pendanaan Seri B yang dipimpin oleh lengan ventura Xiaomi, sehingga membuat jumlah pendukung yang diungkapkan perusahaan menjadi empat perusahaan internet besar Tiongkok (ByteDance, Meituan, Alibaba, dan Xiaomi).
Related News
Tencent membuka uji coba internal versi luar negeri QClaw, Jepang memberi 700 dolar AS dalam token untuk bergabung lebih awal
Google ingin memperluas ekosistem chip AI dengan Marvell saat persaingan dengan Nvidia memanas
Robot 'Lightning' milik Honor Menang Paruh Maraton Humanoid Beijing 2026 dalam 50:26