ETF Bitcoin Mencatat $649M Keluar Dana, Terbesar Sejak Januari

BTC-0,18%
IBIT-2,97%
USDC0,01%

Spot bitcoin exchange-traded funds (ETF) di AS mencatat arus keluar bersih senilai $648,6 juta di tujuh dana pada Senin, menjadi arus keluar satu hari terbesar sejak 29 Januari. Menurut data SoSoValue, ini memperpanjang total arus keluar bersih pekan lalu sebesar $1 miliar, yang mengakhiri tren positif selama enam minggu. Arus keluar ini mencerminkan sikap risk-off institusional yang dipicu pengambilan keuntungan, ketidakpastian makro, dan imbal hasil Treasury AS yang meningkat, menurut Dominick John, analis di Zeus Research. Bitcoin turun di bawah $77.000 selama akhir pekan, terdampak oleh kembali memanasnya ketegangan AS-Iran dan naiknya harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi, sehingga mendorong langkah de-risking di kalangan investor institusional.

## Rincian Arus Keluar ETF

IBIT milik BlackRock memimpin arus keluar dengan $448,3 juta, disusul ARKB dari Ark & 21Shares sebesar $109,6 juta dan FBTC milik Fidelity sebesar $63,4 juta. Dana dari Bitwise, VanEck, Invesco, dan Franklin Templeton juga mencatat arus negatif pada hari itu.

## Konteks Pasar dan Pendorong Makro

John menjelaskan bahwa kenaikan imbal hasil Treasury AS mendorong arus keluar ETF karena likuiditas global mengencang dan imbal hasil yang bebas risiko menjadi lebih menarik. Ditambah kekhawatiran inflasi, lingkungan makro ini memicu de-risking jangka pendek di kalangan investor institusional. Bitcoin sedang mengkonsolidasikan pergerakannya di sekitar zona support kunci $76.000–$77.000, menurut analis.

Stablecoin utama yang dipimpin USDT dan USDC telah mengembangkan kapitalisasi pasar, menandakan likuiditas yang tersisih sedang terkumpul dan penempatan untuk peluang membeli saat harga turun jika harga kembali menguji level support kunci, kata John.

## Perspektif Analis

Domiick John menggambarkan arus keluar sebagai mencerminkan "pergerakan risk-off institusional jangka pendek" sembari mencatat bahwa "institusi tetap aktif tetapi lebih taktis, menggunakan ETF sebagai alat likuiditas untuk mengelola eksposur." Ia menambahkan bahwa "arus kini bergantung pada suku bunga dan volatilitas, dengan modal tetap berada di luar pasar."

Andri Fauzan Adziima, kepala riset di Bitrue Research Institute, menyebut volatilitas jangka pendek meningkat, tetapi menggambarkan penurunan sebagai "pencernaan yang sehat dalam tren naik yang lebih luas." Para analis menyarankan memantau sinyal dari Ketua Federal Reserve baru Kevin Warsh terkait inflasi, suku bunga, dan arah kebijakan.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar