Pembukaan
Mahasiswa ETH Zurich telah mengembangkan Helios, robot berkaki empat yang terinspirasi oleh gerakan primata, dirancang untuk menangani tugas perawatan dan kargo di stasiun luar angkasa masa depan. Prototipe ini dibangun oleh tim yang terdiri dari 10 mahasiswa sarjana selama dua semester dan dijadwalkan untuk dipresentasikan secara resmi pada 27 Mei di Audimax ETH Zurich dalam acara "Fokus-Rollout". Alih-alih meniru locomotion bipedal manusia, Helios direkayasa untuk lingkungan mikrogravitasi di mana kaki dan roda tradisional menawarkan manfaat yang terbatas. Robot ini menanggapi tantangan biaya: waktu astronot yang dihabiskan untuk perawatan rutin diperkirakan mencapai $140.000 untuk setiap orang, dan tim memproyeksikan Helios dapat mengambil alih sekitar 35% dari tugas perapihan tersebut, sehingga astronot dapat fokus pada riset ilmiah.
Desain dan Fitur Teknis
Helios memiliki empat lengan, bukan konfigurasi dua lengan dua kaki yang konvensional. Sepasang bagian bawah berfungsi sebagai set tangan tambahan, sementara lengan bagian atas melakukan pekerjaan yang lebih presisi. Desain ini memungkinkan robot mencengkeram, menarik dirinya melalui modul stasiun, dan sekaligus mengaitkan diri ke dinding.
Robot ini menggunakan sistem bergaya tendon dengan kabel dan gelondong (spool), dengan motor ditempatkan di dekat bahu. Arsitektur ini mengurangi massa komponen yang bergerak sekaligus meningkatkan kelincahan dan ketangkasan—faktor penting untuk mengoperasikan robot di lingkungan tanpa bobot dan ruang yang sempit.
Desainnya terinspirasi dari cara primata bergerak melintasi pepohonan; pola gerak ini diidentifikasi peneliti sebagai cara yang lebih efisien untuk menavigasi ruang tertutup yang tanpa bobot dibanding pendekatan bipedal atau berbasis roda.
Tujuan dan Alasan Biaya
Tujuan jangka panjangnya adalah mendelegasikan pekerjaan rutin berlabel "housekeeping" seperti pembersihan, perbaikan, dan pemindahan kargo dari astronot. Peralihan ini akan memungkinkan kru ruang angkasa memiliki lebih banyak waktu untuk kegiatan ilmiah, termasuk riset kanker dan pencetakan organ.
Tim memperkirakan jam kerja astronot untuk perawatan rutin menelan biaya sekitar $140.000 masing-masing. Dengan mengusulkan agar robot bisa mengambil alih kira-kira 35% dari tugas housekeeping tersebut, ORBIT Robotics membingkai pendekatan ini sebagai solusi yang hemat biaya.
Pengembangan dan Presentasi
Helios dibangun dan didesain sebagai proyek "focus project" mahasiswa oleh tim yang terdiri dari 10 mahasiswa sarjana selama dua semester. Robot ini akan dipresentasikan secara resmi pada 27 Mei di Audimax ETH Zurich dalam acara "Fokus-Rollout" institusi tersebut.
ORBIT Robotics, proyek berbasis di Zurich yang berada di balik Helios, mendasarkan desain pada kemampuan robot untuk "memanjat" koridor stasiun dengan cara menyerupai primata, menggunakan tangan tambahan untuk berpegangan pada rel dan dinding sementara lengan bagian atas mengeksekusi tugas.
Rencana Masa Depan
Meski Helios saat ini dipajang sebagai prototipe yang diuji di Bumi, robot ini dipresentasikan sebagai perangkat yang ditujukan untuk peluncuran ruang angkasa di masa depan guna mendemonstrasikan kemampuannya di orbit.