Harvard Keluar dari ETF Ethereum $87M Setelah 3 Bulan di Kuartal 1 2026

ETH-2,66%
XAUUSD-0,74%
NVDA-2,03%
TSM-0,69%

Harvard Management Company menjual seluruh posisi senilai 87 juta dolar AS di iShares Ethereum ETF milik BlackRock selama kuartal pertama 2026, menurut pengajuan 13F-nya kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS. Dana abadi tersebut membuka posisi itu pada kuartal keempat 2025, menahannya selama sekitar tiga bulan sebelum keluar sepenuhnya. Penjualan terjadi saat Ethereum anjlok tajam di awal 2026, menyentuh area 1.800 dolar AS pada Februari, dan pasar kripto yang lebih luas menghadapi tekanan dari sisi investor. Spot Ethereum ETFs mencatat total net outflows sebesar 32,57 juta dolar AS pada data terbaru, memperpanjang rangkaian outflow menjadi sembilan hari. Harvard tidak memberikan penjelasan publik untuk penjualan tersebut, meski transaksi melibatkan saham ETF, bukan Ethereum yang dipegang langsung secara onchain.

Eksit Ethereum ETF Harvard dan Penyesuaian Portofolio yang Lebih Luas

Harvard Management Company mengelola dana abadi Universitas Harvard dan melaporkan sejumlah kepemilikan publik melalui pengajuan 13F triwulanan. Posisi Ethereum ETF tersebut merupakan eksit penuh hanya satu kuartal setelah muncul di portofolio. Di luar penjualan Ethereum, Harvard mengurangi eksposur terhadap emas, Nvidia, TSMC, dan Broadcom. Dana abadi itu juga memangkas sebagian posisi Bitcoin ETF, dengan menjual 2,3 juta saham iShares Bitcoin Trust milik BlackRock. Meski pengurangan itu terjadi, Harvard tetap memegang sekitar 117 juta dolar AS eksposur Bitcoin ETF, turun dari sekitar 442 juta dolar AS pada kuartal ketiga 2025. Posisi Bitcoin yang tersisa menunjukkan dana abadi tersebut tidak sepenuhnya keluar dari eksposur ETF yang terkait kripto.

Kinerja Pasar Ethereum dan Penurunan Sentimen

Kinerja pasar Ethereum telah membebani sentimen investor. ETH turun pada beberapa rentang waktu, termasuk minggu lalu, dua minggu terakhir, dan bulan lalu, dengan penurunan sekitar 10% selama bulan sebelumnya. Data sosial mencerminkan suasana yang lebih lemah di kalangan trader, dengan pembahasan Ethereum meningkat saat harga turun, yang menunjukkan perhatian bergeser ke frustrasi dan kekhawatiran ketimbang kekuatan harga. Rasio komentar bullish terhadap bearish menurun, menandakan menyempitnya optimisme terhadap ETH. Ethereum juga menghadapi tekanan dari aktivitas onchain yang lebih lemah dibanding puncak siklus sebelumnya. Alamat aktif harian dan pertumbuhan jaringan melambat dari level yang lebih kuat pada 2024 dan 2025, dengan partisipasi yang lebih rendah berpotensi memengaruhi cara trader menilai permintaan terhadap ETH.

Permintaan Bitcoin Institusional Berbeda dengan Outflow Ethereum

Penjualan Ethereum ETF Harvard terjadi saat investor besar lainnya terus menambah eksposur Bitcoin. Mubadala milik Abu Dhabi meningkatkan kepemilikan Bitcoin menjadi 566 juta dolar AS setelah enam kuartal berturut-turut melakukan pembelian. JPMorgan menaikkan posisi IBIT-nya sebesar 174%, menurut data yang dikutip. Kontras ini menyoroti bahwa beberapa institusi lebih memilih Bitcoin ETF daripada Ethereum ETF pada fase pasar saat ini. Bitcoin tetap mempertahankan permintaan institusional yang lebih kuat, sementara Ethereum menghadapi tekanan lebih besar dari outflow ETF dan kinerja relatif yang lebih lemah. Ethereum tetap menjadi salah satu ekosistem pengembang terbesar di kripto, dengan aktivitas pengembangan jaringan terus berlangsung di infrastruktur, scaling, dan aplikasi. Namun, perhatian ritel dan institusional telah bergeser lebih ke kinerja harga, arus dana (fund flows), serta ekosistem yang bersaing seperti Solana dan BNB Chain.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar